Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Sebuah langkah besar dalam menjaga kondusivitas wilayah diambil oleh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Tuah Aliansi Anak Melayu.
Melalui momentum sakral pasca-Idul Fitri, ormas tersebut menggelar pertemuan strategis bertajuk Halal Bihalal bersama sejumlah perusahaan raksasa yang beroperasi di wilayah Duri, Kabupaten Bengkalis, Senin (30/3/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran manajemen tingkat atas dari korporasi besar, di antaranya PT Timas, PT Wahanakarsa Swandiri, PT Prakarsa, dan PT Maharani. Pertemuan ini bukan sekadar ajang ramah tamah biasa, melainkan menjadi panggung konsolidasi penting dalam menjaga stabilitas sosial dan lingkungan di wilayah operasional perusahaan.
Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza, yang akrab disapa Kincai dalam orasi sambutannya menegaskan bahwa sinergi antara anak negeri dan sektor korporasi adalah kunci utama pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang sehat guna mencegah potensi konflik horizontal.
“Ini adalah momentum krusial untuk memperkuat komunikasi lintas organisasi, khususnya di Kecamatan Bathin Solapan dan Kecamatan Mandau. Kami menginstruksikan seluruh jajaran Tuah Aliansi Anak Melayu untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas daerah,” tegas Kincai.
Kincai juga memberikan peringatan keras agar seluruh anggotanya tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar yang tidak bertanggung jawab. “Jangan buat pernyataan yang memicu perpecahan. Kita harus bijak, tenang, dan fokus pada pemberdayaan masyarakat lokal,” imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, perwakilan dari manajemen perusahaan yang hadir menyambut baik inisiatif strategis ini. Mereka mengakui bahwa keberadaan ormas seperti Tuah Aliansi Anak Melayu merupakan mitra penting dalam menciptakan iklim investasi yang aman dan damai di Kabupaten Bengkalis.
“Kami sangat mengapresiasi langkah ini. Sinergi ini diharapkan membawa keberkahan dan memperkuat kedamaian di Negeri Junjungan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap kritis, tidak mudah terpancing informasi provokatif, dan selalu merujuk pada sumber informasi yang kredibel,” ungkap salah satu perwakilan manajemen perusahaan.
Acara yang penuh keakraban ini ditutup dengan sesi diskusi santai dan ngopi bersama. Suasana hangat yang tercipta menjadi sinyal kuat bahwa hubungan antara elemen masyarakat Melayu dan dunia usaha di wilayah Duri berada dalam kondisi yang sangat harmonis.
Pertemuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi daerah lain dalam membangun kolaborasi antara lembaga swadaya masyarakat dan sektor swasta demi kemajuan daerah yang berkelanjutan.(FN)






