Kemacetan Tidak Mengganggu Operasional Pelabuhan Marunda

Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Surat Keputusan Bersama (SKB) pembatasan operasional angkutan yang berlaku mulai 13 Maret 2026,tidak menyurutkan kemacetan yang terjadi pada Jumat (13/3/2026).

Dampaknya,keterlambatan ekspor-import dan bongkar-muat barang juga terganggu,yang terjadi di Pelabuhan Priok.

Karena pengangkut truk tak bisa masuk atau sebaliknya ke Pelabuhan. Dampak seperti itu juga dialami oleh Pelabuhan Marunda. Namun,tidak begitu mengganggu operasional Pelabuhan.

Tetap berjalan dengan normal. Seperti dikatakan KSOP Kelas II Marunda,disalahsatu media online. Hingga saat ini tidak ada penumpukan atau anteran kapal di luar kolam pelabuhan.

“Karena adanya SKB Pembatasan Operasional Angkutan Barang selama lebaran,” kata Agus Harijanto.

Menurutnya,jika ada kapal yang belum sandar karena menyangkut banyak hal atau sebab lain. “Saya harap pengguna jasa menyampaikan informasi terkait masalah kegiatan keluar masuk kapal bila ada kendala dihadapi untuk mencari solusi.

Bahkan, KSOP Marunda menepis adanya antrian kapal di Pelabuhan per tanggal 12 Maret 2026. Dari pantauannya,ternyata kapal yang masuk pelabuhan,disebabkan menunggu truk yang belum masuk pelabuhan.

Truk masih berada di luar pelabuhan,karena kemacetan di akses jalan darat kawasan Marunda. Diakui,kemacetan sekitar kawasan KBN tidak pernah selesai.

Penyebabnya adalah adanya proyek NPEA (New Priok Eastern Acces). Pengerjaan kontruksi fisik di bahu jalan utama yang mengakibatkan penyempitan Jalur (bottleneck).

“Jalan sekitar Marunda lalu lintas kendaraan berat (alat berat) proyek yang keluar masuk pada jam sibuk tanpa pengawalan yang memadai,”begitu kata nya seperti dikutip Rakyatmerdekanews, Minggu (15/3/2026).

Diketahui,bahwa kemacetan di kawasan Marunda bersifat insidentil akibat pembangunan infrastruktur jangka panjang dan operasional dan akibat manajemen Depo yabvterkait dengan Pelabuhan Tanjung Priok dan zona Industri di sekitar Jabodetabek. Buka.

Semata-mata karena kegagalan distribusi barang dari kapal ke truk.(Delly M)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *