Mengetuk Pintu Langit di Hari ke-23 Ramadhan, TUAH ALAM Beri Kejutan Borong Habis Dagangan Takjil

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Memasuki fase sepuluh malam terakhir Ramadhan 1447 H, tepatnya pada hari ke-23 yang jatuh di hari Jumat yang mulia, Aliansi Anak Melayu (TUAH ALAM) menggelar aksi sosial inspiratif bertajuk “Borong Takjil UMKM” di wilayah Kecamatan Mandau, Jumat (13/03/2026).

Aksi ini mengusung konsep “Pemberdayaan Ganda”. Pengurus TUAH ALAM tidak sekadar berbagi makanan berbuka, melainkan memborong habis dagangan para pelaku usaha mikro di beberapa titik strategis, mulai dari Jalan Jend. Sudirman (Pasar Duri), Jalan Pelita 2, hingga kawasan sekitar Masjid Al-Hidayah, Kelurahan Gajah Sakti. Takjil yang telah diborong tersebut kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat dan pengendara yang melintas.

Ketua Umum TUAH ALAM, Fredi Noza yang akrab disapa Kincai, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan dukungan konkret terhadap visi Bupati Bengkalis, Kasmarni, S.Sos., MMP, dalam memajukan ekonomi kerakyatan di Negeri Junjungan.

“Kami bergerak mandiri dengan semangat kebersamaan. Memborong dagangan UMKM adalah cara kami mendongkrak pendapatan mereka secara langsung, sekaligus berbagi kebahagiaan dengan warga yang berpuasa. Niat baik harus terlaksana secara tepat sasaran,” ujar Fredi di sela kegiatan.

Kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi anggota organisasi untuk memaknai esensi puasa secara mendalam, selaras dengan pemikiran Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin. Fredi menekankan bahwa kesempurnaan puasa (puasa khusus) tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menjaga lisan dan integritas.

“Ramadhan adalah bengkel hati, dan Jumat adalah waktu mustajab. Kami ingin menjaga integritas organisasi melalui aksi nyata di lapangan. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, jangan sampai puasa kita sia-sia karena tidak meninggalkan dusta,” tambahnya.

Suasana haru menyelimuti aksi spontan ini. Salah seorang pedagang takjil mengaku tak kuasa menahan air mata saat seluruh dagangannya ludes diborong dalam sekejap oleh pengurus TUAH ALAM.

“Terima kasih TUAH ALAM. Kegiatan ini sangat membantu modal usaha kami. Selain untung, jualan kami jadi lebih dikenal. Ini benar-benar berkah buat kami,” ungkap pedagang tersebut dengan wajah sumringah.

Kobarkan Semangat Melayu

Di penghujung aksi, Fredi Noza memberikan pesan menyentuh kepada seluruh anggota untuk tetap fokus memperbaiki diri di sisa bulan suci. “Setetes air mata penyesalan di bulan Ramadhan lebih berharga dari dunia dan isinya. Jangan bandingkan ibadahmu dengan orang lain, fokuslah pada perbaikan diri,” tuturnya.

Kegiatan ditutup dengan pekik semangat yang menggetarkan kawasan Jalan Jend Sudirman Pasar Duri. Slogan kebanggaan organisasi, “Satu Darah Beradat, Satu Jasad Berlandaskan Tanah”, menggema kuat sebagai simbol persatuan pemuda Melayu di Kabupaten Bengkalis.

“SATU DARAH, SATU JASAD! Takkan Melayu Hilang di Bumi! Takbir!” seru Fredi yang disambut kompak oleh seluruh jajaran pengurus, menutup aksi sosial di Jumat penuh maghfirah tersebut.(FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *