Jakarta — Berdasarkan berbagai pernyataan dan sikap yang ditunjukkan sejak menjabat sebagai Presiden, Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia yang berdaulat dan tidak dapat didikte oleh kekuatan asing.
Presiden Prabowo menolak didikte asing. Dirinya menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menjadi “kacung” negara manapun dan tidak mau diatur oleh kekuatan luar. Ia mengingatkan jajarannya untuk tidak takut atau mudah didikte asing.
Cuek Ditertawakan: Prabowo mengaku tidak peduli jika ditertawakan saat menyinggung adanya ancaman kekuatan asing yang ingin melemahkan Indonesia. Ia menegaskan komitmennya untuk melindungi kedaulatan Indonesia dari intervensi luar. Indonesia di bawah Prabowo tetap menganut politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, bersahabat dengan semua pihak, namun mengutamakan kepentingan nasional.
Mandiri dan Kuat: Prabowo meyakini Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dan bangkit menjadi negara yang kuat.
Sikap ini jelas mencerminkan pendekatan neorealist dalam kebijakan luar negeri, di mana kepentingan nasional dan kedaulatan ditempatkan di atas kepentingan kekuatan asing. (***)