Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel – Aksi unjuk rasa warga Setu–Muncul bersama LBH GP Ansor Kota Tangerang Selatan berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, di depan Kantor Walikota Tangerang Selatan, Jalan Maruga Raya, Serua, Ciputat. Sekitar 100 warga hadir sejak pukul 10.55 WIB, dipimpin koordinator lapangan Imam Subhan. Sejak awal, Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan humanis guna memastikan hak warga dalam menyampaikan pendapat tetap terfasilitasi dengan baik.
Dalam tuntutannya, massa mendesak Pemerintah Kota dan DPRD Tangsel menepati janji untuk mengembalikan fungsi Jalan Raya Serpong–Parung, mencopot pagar atau artefak BRIN yang dinilai mengganggu akses jalan, serta meminta akuntabilitas kinerja DPRD Tangsel. Selama penyampaian aspirasi, personel Polri menempatkan diri di zona aman guna melindungi peserta aksi, menjaga kelancaran lalu lintas, serta memastikan kegiatan berlangsung tertib tanpa mengurangi ruang berekspresi warga.
Sekitar pukul 11.30 WIB, Polri memfasilitasi jalannya audiensi antara perwakilan warga dengan jajaran Pemerintah Kota Tangsel. Audiensi berlangsung di ruang tunggu Kantor Walikota Tangsel dan dihadiri oleh Kepala Dinas Perhubungan Ayeb, Kepala Dinas Bina Marga Robi C, Staf Khusus Bidang Sosial Sapta, Asisten II Pemkot Tangsel Aku Heru, serta perwakilan kepolisian dan LBH Ansor. Dalam forum itu, warga kembali menegaskan bahwa belum ada tindak lanjut nyata terhadap tuntutan yang telah lama mereka sampaikan.
Pihak Pemerintah Kota memberikan beberapa penjelasan, antara lain Asisten II Aku Heru yang menyampaikan permohonan maaf karena Walikota tidak dapat hadir langsung. Kepala Dinas Bina Marga Robi C menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak pernah membahas penutupan jalan, sementara Kepala Dishub Ayeb menegaskan bahwa Dishub Tangsel telah melayangkan surat ke Pemerintah Provinsi terkait patok atau plang BRIN. Staf Khusus Bidang Sosial Sapta juga menyampaikan informasi terbaru bahwa pagar BRIN yang mengganggu fungsi jalan telah dibongkar oleh pihak BRIN dengan pendampingan Satpol PP.
Selama audiensi, Polri kembali menunjukkan komitmen pelayanan dengan menjaga suasana dialog tetap kondusif, meminimalkan potensi gesekan, hingga memastikan warga dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pejabat terkait. Polri juga membantu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di sekitar lokasi aksi agar aktivitas warga lainnya tetap berjalan normal.
Aksi berakhir secara tertib pada pukul 12.50 WIB. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman berkat pelayanan dan pengamanan profesional dari 50 personel Polri yang dipimpin AKP Sugiyanto, Wakapolsek Ciputat Timur, serta dukungan 40 personel Satpol PP. Polri menegaskan bahwa pelayanan terhadap masyarakat, termasuk saat menggelar unjuk rasa, merupakan wujud komitmen menjaga keamanan, ketertiban, dan kualitas demokrasi di Tangerang Selatan. (Ratna)






