Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta –– Saat ini Indonesia tengah menjajaki pembelian 40 jet tempur JF-17 Thunder buatan Pakistan–China sebagai bagian dari strategi diversifikasi alutsista. Negosiasi awal ini muncul setelah pembatasan pembelian senjata Rusia dan penolakan AS atas permintaan F-35. Nilai akuisisi diperkirakan Rp15–18 triliun, mencakup pesawat JF-17 Block III, pelatihan pilot, dukungan teknis, hingga potensi sistem pertahanan udara dan drone. Jika terealisasi, JF-17 akan melengkapi armada TNI AU yang sudah berisi F-16, Sukhoi, Rafale, serta proyek KAAN dan KF-21.
Sementara dikesempatan lain Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan sejumlah kerja sama dengan Indonesia khususnya dalam bidang pengembangan energi nuklir, perdagangan di sektor pertanian, hingga kerja sama teknis militer. Hal ini diungkapkan Putin saat melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, di Moskow, Rusia, Rabu (10/12/2025).
Putin mengatakan 2025 ini menandai hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia selama 75 tahun. Menurutnya, kedua negara memiliki hubungan yang sangat aktif, termasuk dalam hal perdagangan dan ekonomi.

“Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, nilainya meningkat 17%,” kata Putin, mengutip keterangan Kremlin.
Lebih lanjut, dalam kesempatan itu dia menawarkan tiga kerja sama lebih lanjut di beberapa sektor. Di sektor energi, Putin menawarkan rencana kerjasama pengembangan energi nuklir di Indonesia.
“Kita memiliki prospek yang sangat menjanjikan di sektor energi, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Saya tahu negara Anda memiliki rencana serupa, dan kami selalu siap membantu jika Anda mempertimbangkan melibatkan para spesialis kami,” kata Putin.
Kedua, Putin juga mengatakan bahwa Rusia memiliki banyak proyek menarik untuk kerja sama industri, termasuk bidang pertanian.
Menurutnya hubungan dagang Indonesia dengan Rusia dalam sektor pertanian juga berjalan baik, sehingga dia menawarkan untuk terus diperluas. (Red)






