Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Sebanyak 644 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMPwr) resmi diwisuda dalam Wisuda Sarjana dan Magister Periode I Tahun Akademik 2025/2026, yang digelar di Auditorium Kasman Singodimedjo UMPwr, pada Jumat (24/10/2025).
Prosesi wisuda dipimpin langsung oleh Rektor UMPwr, Dr. Teguh Wibowo, M.Pd., bersama jajaran senat universitas, dosen, serta orang tua wisudawan.
Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan, bahwa hari ini kita patut berbangga karena Universitas Muhammadiyah Purworejo kembali melahirkan ratusan lulusan unggul dan berintegritas.
Pada periode wisuda kali ini, UMPwr meluluskan 644 wisudawan, terdiri atas 362 perempuan dan 282 laki-laki dari berbagai program studi strata 1 (S1) dan magister (S2).
“Terdiri dari Program magister Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 8 wisudawan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia sebanyak 50, Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa sebanyak 12, Pendidikan Bahasa Inggris sebanyak 42, Pendidikan Ekonomi sebanyak 21, Pendidikan Matematika sebanyak 42, Pendidikan Fisika sebanyak 8, Pendidikan Teknik Otomotif sebanyak 77, Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebanyak 63, Manajemen sebanyak 120, Agribisnis sebanyak 50, Peternakan sebanyak 16, Teknik Sipil sebanyak 49, Teknologi Informasi sebanyak 32, Psikologi sebanyak 42, dan Hukum sebanyak 12.

“Dari total wisudawan tersebut, sebanyak 323 orang berhasil meraih predikat Cumlaude,” jelas Teguh.
Sejumlah nama terbaik juga diumumkan dari tiap program studi, antara lain Meitri Lindawati (Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) – IPK 3,92, Endah Lestari (Teknologi Informasi) – IPK 4,00, Widodo (Pendidikan Teknik Otomotif) – IPK 3,89, dan Fatimah Cahyaningtyas (Magister Pendidikan Bahasa Inggris) – IPK 3,88.
Untuk wisudawan termuda kata Teguh atas nama Khalifatur Tania, mahasiswa Program Studi Agribisnis, yang lahir di Purworejo pada 8 Agustus 2004 dan kini berusia 21 tahun 2 bulan 17 hari.
Sedangkan wisudawan tertua adalah Sumargiyono dari program studi yang sama, kelahiran 15 September 1969, berusia 56 tahun 1 bulan 10 hari,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Dia menyebut bahwa pada periode kali ini ada 82 wisudawan yang dinyatakan lulus melalui jalur tanpa skripsi atau tanpa ujian skripsi, yang berasal dari delapan program studi, di antaranya Manajemen, Pendidikan Bahasa Inggris, PGSD, Psikologi, dan Pendidikan Bahasa Indonesia,” ujarnya.
Sebagai kampus inklusif, UMPwr juga mewisuda tiga wisudawan non-Muslim dan tiga wisudawan difabel.
Untuk Wisudawan non-Muslim atas nama Nova Cristiana – Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Kristen), Leonard Dipra Mahardika – Prodi Pendidikan Teknik Otomotif (Kristen), dan Helena Setya Putri – Prodi Teknik Sipil (Katolik).
Sedangkan tiga wisudawan difabel yaitu Lilik Syafruddin (Psikologi – Netra), Amat Mulyadi (Psikologi – Fisik) dan Sugeng Yuniarto (Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa – Netra).
“Keberhasilan mereka menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. UMPwr akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah dan inklusif bagi semua,” tegas Rektor Teguh.
Dalam pidatonya, Rektor juga menegaskan bahwa UMPwr tengah bertransformasi menuju kampus berdaya saing global.
Saat ini, universitas tersebut telah menerima 13 mahasiswa asing asal Thailand, Mali, dan Timor Leste, serta menjalin kerja sama dengan 33 institusi luar negeri dalam bentuk kuliah tamu internasional, pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, dan program pengabdian masyarakat lintas negara.
“Internasionalisasi bukan sekadar simbol, tetapi strategi penting agar lulusan UMPwr mampu bersaing di panggung global. Kami ingin melahirkan insan berintegritas, adaptif, dan berwawasan luas yang membawa manfaat bagi semesta,” pungkasnya.(Kun)






