Rakyatmerdekanews.co.id, Lebak – Koalisi Aktivis Lebak yang tergabung dari Organisasi Kemasyarakatan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kumpulan Relawan serta Aktivis Gerakan Mahasiswa bersatu mempersiapkan aksi unjukrasa atau menggeruduk Kantor Bupati dan Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak dalam waktu dekat.
Aksi tersebut, dampak dari aspirasi maupun adanya keluhan dari masyarakat yang menjerit merintih meminta keadilan khususnya keluarga pasien bernama Riah, warga Kampung Cimaung RT 004 RW 003, Desa Cibungur, Kecamatan Leuwidamar, meninggal dunia sesaat akan melakukan pengobatan di RS Adjidarmo.
Menurut informasi salah satu keluarga Korban anak dari Alm. Riyah, Dede mengungkap, sebelumnya Alm. dibawa ke Puskesmas Leuwidamar sebagai bentuk ikhtiar keluarga dalam mengobati ibu Riyah. Namun, setelah dilakukan pengobatan, kata Dede, kondisi ibunya semakin memburuk sehingga keluarga korban meminta rujukan kepada pihak Puskesmas.
Pada saat itu, kata Dede, tepat pada waktu pukul 8.00 Wib/ Pukul 9.00 Wib pihak keluarga meminta Rujukan agar ibunya bisa di rujuk ke RSUD Adjidarmo, namun hingga pukul 15.00 Wib pihak Puskesmas Leuwidamar tidak juga memberikan rujukan dimana kemudian pihak keluarga mencabut paksa infusan dan membawa ibunya menggunakan mobil kendaraan umum untuk upaya mengobati ibunya.
Setelah itu, ibunya di bawa pihak keluarga ke RS Misi, sayangnya pada saat itu, kata Dede, RS Misi dalam kondisi penuh/ sedang banyak Pasien.
Akhirnya, ibunya langsung dibawa ke RSUD Adjidarmo, namun mirisnya, ketika sesampainya di RSUD Adjidarmo dan baru saja akan ditangani atau dilakukan pengobatan, ibu Riyah tidak dapat tertolong dan meninggal dunia.
Melihat kondisi ibunya tak bernyawa lagi karena diduga lambannya penanganan, kata Dede, pihak keluarga menjerit, menangis merintih melihat ibunda tercinta pergi untuk selamanya.
“Saya baru saja kemarin bersama sejumlah ketua organisasi dan penggerak pergerakan melakukan aksi untuk meminta keadilan. Saya bersama keluarga saya demo di Dinas Kesehatan juga di depan Kantor Bupati Lebak, namun sayangnya tidak ada satupun yang bertanggung jawab dan memberikan keadilan kepada kami.
Dan, akhirnya saya memutuskan untuk menjadwalkan ulang demo kembali dengan massa yang lebih besar meminta pertolongan dengan sangat, sebagai manusia lemah, saya meminta tolong kepada kawan-kawan aktivis di Lebak untuk memperjuangkan keadilan bagi keluarga saya,”kata Dede, Rabu 12 November 2025.
Dede mengaku akan memperjuangkan keadilan atas terjadinya peristiwa memilukan, peritiwa yang dinilai adanya kelalaian pihak Puskesmas Leuwidamar terhadap ibunya.
“Saya akan berjuang bersama keluarga saya sampai titik darah penghabisan. Bahkan saya akan datangi ke Provinsi maupun ke Kementrian Kesehatan bahkan bila perlu ke Presiden,”katanya.
Sementara itu, Perwakilan Koalisi Aktivis Lebak Bersatu Heru Rosyadi mengaku prihatin atas kejadian tersebut dan turut mengucapkan bela sungakwa atas meninggalnya seorang ibu bernama Riyah. Pihaknya mengaku siap ikut andil memperjuangkan keadilan keluarga korban agar diberikan keadilan atas kejadian tersebut.
“Saya siap berjuang dan membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan. Tentu, saya akan segera melakukan konsolidasi kuat untuk menggerakan nurani, serta penegakan Moral terhadap pelayanan kesehatan di Lebak agar pemerintah khususnya Bupati Lebak bergegas, bertindak tegas, copot semua okum dan evaluasi pelayanan kesehatan hingga berubah menjadi cepat tanggap, bergerak cepat juga humanis dalam memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Jika masih ada oknum tenaga kesehatan yang arogan, lamban baik di Puskesmas maupun di RSUD, saya minta Bupati jangan ragu mencopot jabatannya bila perlu laporkan ke Aparat Penegak Hukum sebagai epek Jera,”kata Heru Rosyadi yang Getol bela masyarakat kurang mampu juga penggerak Relawan.
Lanjut Heru Rosyadi, peritiwa memilukan dan memperihatinan bukan hanya di Puskesmas Leuwidamar, belakang ini warga Kabupaten. (Red)






