Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis dalam memerangi narkoba kembali dibuktikan melalui aksi nyata. Secara mendadak, jajaran pimpinan Lapas menggelar inspeksi dan tes urin bagi petugas pengamanan serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Senin (02/02/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kunjungan ini merupakan bagian dari program akselerasi menciptakan lingkungan Lapas yang “Bersinar” (Bersih dari Narkoba). Langkah preventif ini dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya guna menjamin otentisitas hasil di lapangan.
Tes urin kali ini menyasar 10 orang personel dari Regu Pengamanan II dan 10 orang warga binaan yang dipilih secara acak. Proses pengambilan sampel berlangsung di bawah pengawasan ketat Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasimin Kamtib), Eflizar, serta Kepala Sub Seksi Pelaporan dan Tata Tertib (Kasubsi Portatip), Wiwin Suryana.
Tim medis Lapas Kelas IIA Bengkalis dilibatkan penuh untuk memastikan seluruh prosedur medis dijalankan sesuai standar operasional, guna menjamin transparansi serta akurasi hasil pemeriksaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa sidak ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen penting dalam deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib).
“Kami memegang prinsip Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba). Tes ini adalah langkah preventif sekaligus pengawasan internal yang sangat krusial. Kami ingin memastikan tidak ada celah bagi peredaran gelap narkoba, baik yang melibatkan warga binaan maupun oknum petugas,” tegas Priyo Tri Laksono.
Berdasarkan hasil pemeriksaan cepat (rapid test) terhadap 20 sampel yang diambil, tim medis menyatakan seluruhnya menunjukkan hasil Negatif mengonsumsi narkotika. Capaian ini menunjukkan integritas pegawai dan ketaatan warga binaan masih terjaga dengan baik.
Meski demikian, pihak Lapas memastikan tidak akan lengah. “Meskipun hasil hari ini bersih, kami akan terus melakukan kegiatan serupa secara rutin dan berkala tanpa jadwal yang ditentukan. Ini adalah pesan tegas bagi siapa saja di dalam Lapas untuk menjauhi narkoba,” tambah pihak manajemen Lapas.
Langkah berani ini diharapkan menjadi percontohan bagi instansi lain dalam menjalankan fungsi pembinaan serta menjaga marwah institusi pemasyarakatan di Kabupaten Bengkalis.(FN)






