Rakyatmerdekanews.co.id,Purworejo- Kepolisian Resor (Polres) Purworejo menerapkan pengamanan superketat dalam laga Semifinal Leg 1 Liga 4 yang mempertemukan Persak Kebumen kontra PSIR Rembang di Stadion Sarwo Edi Wibowo, Senin (9/2/2026) sore. Langkah “siaga penuh” ini dilakukan untuk memastikan pertandingan berjalan aman di tengah rivalitas tinggi kedua tim.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra memimpin langsung jalannya pengamanan. Meski regulasi melarang kehadiran suporter tamu (away), aparat tidak ingin lengah. Ratusan personel gabungan dikerahkan, termasuk BKO satu peleton Kodim 0708/Purworejo, Dalmas Polres Magelang, Wonosobo, dan Kebumen, Brimob Kutoarjo, hingga satu regu Pemadam Kebakaran.
“Kami menurunkan kekuatan penuh sesuai SOP pengamanan sepak bola. Pengamanan dibagi dalam beberapa ring, mulai dari jalur raya untuk mengurai kemacetan, pintu masuk stadion untuk sterilisasi benda berbahaya seperti senjata tajam dan minuman beralkohol, hingga pengamanan lokasi nonton bareng di Terminal Lama Purworejo,” ujar AKBP Windy.
Ia menjelaskan, lokasi nobar disiapkan karena kapasitas Stadion Sarwo Edi Wibowo hanya menampung sekitar 500 penonton. Selain itu, petugas juga ditempatkan di wilayah perbatasan Mergoyoso (Purworejo–Magelang) untuk melakukan penyekatan terhadap potensi kedatangan suporter PSIR Rembang guna mencegah bentrokan antarsuporter.
Sementara itu, pengamanan di dalam stadion sepenuhnya dilakukan oleh steward yang disediakan panitia pelaksana pertandingan.
Laga Panas, Emosi Memuncak
Pertandingan berlangsung sengit sejak kick-off pukul 15.00 WIB. Persak Kebumen unggul lebih dulu di babak pertama melalui tendangan penalti. Namun, PSIR Rembang mampu menyamakan kedudukan pada babak kedua.
Drama terjadi di penghujung laga. Wasit menganulir gol PSIR Rembang dan mengganjar salah satu pemain tim tamu dengan kartu merah akibat protes berlebihan. Situasi tersebut memicu ketegangan, terlebih ketika suporter Persak Kebumen menilai pemain PSIR Rembang mengulur waktu.
Emosi suporter sempat memuncak hingga terjadi pelemparan plastik berisi air ke arah bangku cadangan ofisial PSIR Rembang. Beruntung, kesigapan aparat keamanan di sisi lapangan mampu meredam situasi dengan cepat sehingga pertandingan dapat dilanjutkan hingga selesai dengan skor akhir 1-1.
Pengawalan Ketat Usai Laga
Usai pertandingan, aparat keamanan tidak langsung meninggalkan lokasi. Polisi melakukan pengawalan ketat terhadap rombongan suporter Persak Kebumen hingga ke perbatasan wilayah Kebumen guna memastikan tidak terjadi aksi anarkis selama perjalanan pulang.
Di akhir kegiatan, AKBP Windy Syafutra menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat.
“Terima kasih kepada para pemain yang menjunjung sportivitas, suporter yang tetap tertib, serta seluruh personel keamanan yang telah bekerja maksimal sehingga pertandingan berjalan aman dan kondusif,” pungkasnya. (Kun)



