Si Kutu Loncat: Kisah Tanpa Prinsip

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – 28 November 2025. Di sebuah organisasi yang konon katanya ingin “mengembangkan sayap”, muncullah si Kutu Loncat. Usianya sudah cukup matang, tapi pemikirannya masih seukuran kacang hijau. Sejak kecil, Kutu loncat sudah terbiasa ikut-ikutan. Ketika anak-anak lain main kelereng, dia ikut. Ketika anak-anak lain belajar, dia ikut. Bedanya, Kutu loncat tidak pernah paham aturan mainnya, yang penting ikut saja.

Itulah yang terjadi ketika dia gabung organisasi ini. Dia tidak tertarik pada visi misi, program kerja, atau laporan keuangan. Tujuannya cuma satu: validasi. Dia ingin semua orang tahu bahwa ia ada di sana. Karena itu, setiap kali ada rapat atau acara, wajahnya harus jadi yang paling menonjol. Ia seringkali mengangguk-angguk sok bijak, meskipun sebenarnya tidak mengerti apa pun yang dibicarakan.

Kutu loncat ibarat kerbau yang dicucuk hidung. Pemimpin organisasi, yang haus pengikut, dengan mudahnya mengendalikan dia. Kutu loncat disuruh ini, disuruh itu, tanpa pernah mempertanyakan apa tujuannya. Dia dengan senang hati menjadi alat, karena itu memberinya panggung. Meisoknyaoo, pikirnya, apa pun yang penting wajahku terpampang.

Suatu hari, ada sebuah acara besar. Kutu loncat, tanpa tahu alasannya, diminta untuk mengenakan kostum konyol dan membagikan brosur. Dengan bangga, ia menuruti perintah itu. Ia berteriak-teriak paling kencang, menari-nari paling heboh, berharap semua mata tertuju padanya. Ia tidak sadar, di belakangnya, pemimpin organisasi dan anggota lain hanya tertawa, bukan karena terkesan, melainkan karena melihat betapa bodohnya ia.

Di mata mereka, Kutu loncat adalah “pelacur organisasi”—seseorang yang rela menjual harga dirinya demi sedikit pengakuan palsu. Mereka tidak peduli dengan Kutu loncat, mereka hanya peduli dengan tawa yang ia ciptakan. Dan Kutu loncat, yang sudah “besar tapi bongak”, tetap saja bangga dengan perannya itu. Baginya, cacian adalah pujian, dan tawa adalah tepuk tangan. Meisoknyaoo… ya kah?.(FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *