Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Mengisi momentum kemuliaan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis menggelar aksi kemanusiaan bertajuk bakti sosial. Pada Jumat (20/02/2026) pagi, puluhan paket bantuan pangan disalurkan secara langsung kepada keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang membutuhkan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat di area kantor Lapas Kelas IIA Bengkalis ini dipimpin langsung oleh jajaran pejabat struktural dan staf. Aksi ini bukan sekadar bantuan rutin, melainkan implementasi nyata dari program Asta Cita Presiden RI serta bentuk kepedulian institusi pemasyarakatan terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah Negeri Junjungan.
Dimulai pukul 09.00 WIB, suasana penyerahan bantuan terasa haru. Penyaluran bantuan sosial ini dilaksanakan berdasarkan arahan Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengenai penguatan fungsi sosial Satuan Kerja Pemasyarakatan periode 2025-2026.
Sebanyak 10 paket bahan pokok yang terdiri dari beras kualitas premium, minyak goreng, telur, gula, hingga susu diserahkan secara simbolis kepada perwakilan keluarga WBP.
Bantuan ini diprioritaskan bagi keluarga yang dinilai paling terdampak secara ekonomi selama anggota keluarganya menjalani masa pembinaan.
Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah jembatan silaturahmi antara institusi dan keluarga WBP. Menurutnya, proses rehabilitasi warga binaan akan berjalan lebih optimal jika keluarga di rumah juga merasa diperhatikan oleh negara.
“Di bulan yang penuh berkah ini, kami ingin memastikan hubungan antara Lapas dan keluarga warga binaan tetap terjaga dengan baik.
Bantuan ini merupakan wujud kehadiran negara untuk merangkul mereka. Semoga bantuan yang kami salurkan dapat memberikan manfaat nyata bagi keluarga di rumah dalam menjalankan ibadah puasa,” ujar Priyo Tri Laksono.
Lebih lanjut, Kalapas berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga dan menjadi suntikan semangat bagi para warga binaan untuk fokus menjalani program pembinaan dengan baik. Hal ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi komprehensif agar nantinya para WBP siap berintegrasi kembali ke tengah masyarakat.
“Pelaksanaan bakti sosial ini berjalan lancar. Kami berkomitmen untuk terus memperhatikan aspek kesejahteraan ini sebagai bentuk dukungan nyata dalam proses pemulihan warga binaan kita,” tutup Priyo Tri Laksono mengakhiri kegiatan.
(FN)






