Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Purworejo menggelar berbagai kegiatan menarik dan edukatif.
Di antaranya lomba paduan suara dan cerdas cermat yang diikuti 13 komisariat se-Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut dipusatkan di Gedung PPNI Purworejo, Minggu (15/2/2026).
Ketua DPD PPNI Purworejo, Heru Prastorwo, di sela-sela kegiatan menyampaikan bahwa setiap peserta lomba paduan suara membawakan satu lagu wajib, yakni Hymne PPNI, serta satu lagu pilihan. Untuk lagu pilihan, peserta diwajibkan memilih antara lagu tradisional Jawa “Cublak-cublak Suweng” atau “Gundul-gundul Pacul”.
“Kami sengaja memilih lagu dolanan tradisional Jawa sebagai bentuk pelestarian budaya. Lagu-lagu ini bernuansa kegembiraan dan menggambarkan keceriaan anak-anak saat bersenda gurau,” ujar Heru.

Setelah lomba paduan suara, kegiatan dilanjutkan pada sore hari dengan lomba cerdas cermat antar-komisariat. Materi yang diujikan meliputi pengetahuan kesehatan secara umum, tata kelola organisasi PPNI, serta program kerja yang telah dilaksanakan.
Untuk menjaga objektivitas, panitia menghadirkan tiga juri independen dari luar instansi yang berprofesi sebagai guru kesenian di berbagai sekolah untuk menilai lomba paduan suara.
Tak hanya itu, rangkaian HUT ke-52 PPNI juga diawali dengan pertandingan bulutangkis beregu antar-komisariat yang digelar sejak 26 Januari hingga 4 Februari 2026. Juara pertama diraih tim bulutangkis dari DPK, juara kedua BPK Kutoarjo, juara ketiga BPK RSUD RA Tjokronegoro, dan juara keempat DPK Kemiri.
Kegiatan sosial dan edukatif turut mewarnai peringatan tahun ini. PPNI Kabupaten Purworejo menggelar lomba tim penanggulangan bencana serta program “go to school” berupa pelatihan kegawatdaruratan dan pertolongan pertama saat terjadi gempa.
Pelatihan tersebut dilaksanakan di SMP Negeri 4 Purworejo dan MA Bruno. Di SMP Negeri 4 Purworejo, kegiatan diikuti 40 siswa perwakilan dari berbagai kelas, sedangkan di MA Bruno diikuti seluruh siswa.
“Alhamdulillah, para siswa sangat antusias mengikuti pelatihan ini,” kata Heru.
Rangkaian kegiatan juga mencakup seminar kesehatan yang menyasar tenaga medis, tenaga keperawatan, tenaga kesehatan lainnya, serta masyarakat umum. Mengingat meningkatnya angka kejadian kanker payudara, tema seminar kali ini mengangkat isu kanker payudara dan tata kelola penanganan terbarunya.

Sebagai puncak peringatan, PPNI Purworejo akan menggelar tasyakuran dan buka bersama pada 17 Maret 2026 di Gedung PPNI Purworejo. Acara tersebut akan mengundang masyarakat sekitar serta sejumlah organisasi kesehatan lainnya.
Adapun tema besar HUT ke-52 PPNI tahun ini adalah “Perawat Profesional sebagai Modal Ekonomi Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat.”
Heru berharap, semakin profesionalnya tenaga keperawatan akan berdampak optimal terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. “Dengan meningkatnya kesehatan masyarakat, produktivitas juga akan meningkat, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesejahteraan, khususnya bagi perawat di Indonesia dan di Kabupaten Purworejo,” pungkasnya.(Kun)






