Satir Warga Bathin Solapan: Di Sana Rudal Terbang, di Sini Janji Camat yang Melayang

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Bathin Solapan – Memasuki Maret 2026, tensi sosial di Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, kian memanas.

Kepemimpinan Camat Bathin Solapan kini berada di bawah sorotan tajam setelah gelombang kekecewaan warga memuncak menjadi mosi tidak percaya. Masyarakat menilai, komitmen pembangunan yang dijanjikan selama ini tak lebih dari sekadar “angin surga”.

Keluhan utama warga berpusat pada kualitas proyek fisik yang dianggap dikerjakan asal-asalan. Sejumlah proyek drainase dan pengaspalan jalan yang baru seumur jagung, kurang dari satu tahun, dikabarkan sudah mengalami kerusakan parah.

Hal ini memicu kecurigaan publik terkait lemahnya pengawasan dan standarisasi infrastruktur di wilayah tersebut.

“Infrastruktur untuk rakyat tidak jelas arahnya. Jalan dan drainase dibuat hanya untuk rusak lagi dalam setahun. Ini pemborosan anggaran yang menyakiti hati masyarakat,” ujar salah satu warga yang terlibat dalam aksi protes tersebut.

Tak hanya soal fisik, tata kelola pemerintahan di tingkat desa pun ikut digugat.

Penempatan sejumlah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa dinilai tidak efektif. Para pemimpin desa tersebut dianggap tidak memiliki visi dan misi yang kuat untuk menjawab persoalan di akar rumput.

Program-program desa terkesan berjalan tanpa kompas, sehingga manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh warga.

Kekecewaan ini pun digambarkan warga dengan kiasan yang cukup menyentil situasi global saat ini.

“Jika di Timur Tengah rudal beterbangan di sana-sini, maka di Bathin Solapan, janji-janji pimpinannya yang terbang ke sana-kemari tanpa pernah mendarat menjadi kenyataan,” cetus warga dengan nada satir.

Mosi tidak percaya ini menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Masyarakat menuntut adanya audit transparan terhadap proyek-proyek infrastruktur di Bathin Solapan serta evaluasi total terhadap kinerja Camat dan jajaran Plt Kepala Desa.

Jika tak segera dibenahi, kepercayaan publik terhadap birokrasi di wilayah tersebut dikhawatirkan akan runtuh sepenuhnya. (FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *