PT WLB Agung Dorong KEK Bali Utara, Pemerintah Desa dan Tokoh Adat Berikan Dukungan

Buleleng—RMNews: Upaya menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Bali Utara kembali menguat setelah PT Wijaya Laksmi Bhuana (WLB) Agung Holding Company menggelar sosialisasi rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Desa Pejarakan, Gerokgak, Buleleng, Minggu (7/12). Sosialisasi ini menandai langkah strategis perusahaan yang menyatakan kesiapannya menghadirkan proyek skala besar yang tetap berpijak pada nilai budaya lokal.

Direktur Utama PT Wijaya Laksmi Bhuana Agung, RA Ambarawati Kenconowungu, menegaskan bahwa pengembangan KEK di Bali Utara tidak hanya berorientasi pada investasi dan infrastruktur, tetapi juga mengedepankan filosofi Tri Hita Karana sebagai landasan pembangunan.

“Konsep Parhyangan, Palemahan, dan Pawongan adalah roh pembangunan Bali. KEK ini harus menyatu dengan alam, budaya, serta masyarakatnya. Tujuannya bukan hanya memajukan sektor ekonomi, tetapi juga menjaga keharmonisan dengan lingkungan dan adat,” ujar Ambarawati.

Selain mengembangkan zona pendidikan, pariwisata, dan kebudayaan, KEK ini disebut akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti bandara, pelabuhan kapal pesiar, dan area komersial terpadu. Pembangunan tersebut disebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui rekomendasi Kementerian Pertahanan RI Nomor B/3055/27/05/53/DJPOT tertanggal 17 Juli 2025.

Kepala Desa Pejarakan, I Made Astawa, menyambut optimistis kehadiran proyek tersebut. Ia menyatakan masyarakat siap mendukung selama pembangunan memberi manfaat nyata, terutama dalam peningkatan kesejahteraan dan ekonomi berkelanjutan.

“Kalau memang bandara dan fasilitas lainnya bisa membuka lapangan kerja serta mengangkat ekonomi warga, tentu kami siap mendukung. Pemerintah desa akan mendorong agar masyarakat bisa ikut terlibat,” kata Astawa.

Dalam sesi penutup, panitia mengajak seluruh peserta untuk menandatangani dukungan terhadap pembangunan KEK. Sosialisasi ini turut dihadiri sejumlah tokoh strategis, termasuk pejabat TNI Trimatra, perwakilan Kementerian Pertahanan, aparat daerah, tokoh adat, investor dari Tiongkok, perwakilan Kerajaan Arab Saudi, hingga Duta Kemanusiaan dan Kebudayaan PBB Princess Long Long.

Acara berlangsung dengan antusiasme tinggi, menandai babak baru bagi Bali Utara yang diproyeksikan menjadi simpul pertumbuhan ekonomi dan budaya bertaraf internasional. (can/skr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *