Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Presiden Prabowo baru-baru ini menyoroti maraknya praktik korupsi di Indonesia. Dalam amanatnya saat Hari Lahir Pancasila, ia menegaskan bahwa kekayaan bangsa ini tidak akan berarti jika terus digerogoti oleh oknum yang menyalahgunakan kekuasaan.
Ia pun mengajak rakyat untuk aktif melapor jika menemukan penyelewengan, menyebut masyarakat sebagai “CCTV” negara.
Ajakan ini mendapat beragam respons. Di satu sisi, semangat pemberantasan korupsi perlu melibatkan semua pihak. Tapi di sisi lain, publik bertanya: bukankah presiden punya wewenang kuat untuk langsung bertindak? Kenapa rakyat terus yang diminta jadi pelapor?
Harapan masyarakat jelas: lebih dari sekadar ajakan, dibutuhkan langkah konkret dan tegas dari pemimpin tertinggi negeri ini. Korupsi bukan hanya masalah moral, tapi hambatan nyata bagi kemajuan bangsa. Saatnya bersama bukan hanya bicara, tapi juga bergerak. Karena memberantas korupsi adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari atas hingga ke akar.(Red)






