Rakyatmerdekanews.co.id, Dumai – Ketegangan sempat pecah di kawasan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai pada Kamis (18/12/2025). Situasi memanas setelah massa yang diduga merupakan pihak suruhan PT Riden Jaya Konstruksi melakukan penyerangan ke area perkebunan PT Duta Mas Makmur Perkasa (DMMP).
Kericuhan tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas perkebunan milik PT DMMP mengalami kerusakan akibat aksi anarkis massa. Menanggapi eskalasi situasi yang meningkat, Kepolisian Resor (Polres) Dumai bergerak cepat dengan menerjunkan puluhan personel ke lokasi kejadian guna mencegah bentrokan fisik yang lebih luas.
Pengamanan ini dipimpin langsung oleh Wakapolres Dumai, KOMPOL Rahmad Syah, S.Kom, S.I.K., M.I.K. Di lokasi, Wakapolres dengan tegas meminta kedua belah pihak yang bersengketa untuk menahan diri dan mengutamakan koordinasi daripada aksi kekerasan.
“Saya sampaikan dengan tegas kepada kedua belah pihak agar situasi tetap terkendali dan terkoordinasi. Tidak ada lagi aksi saling menyerang. Jika terjadi bentrok fisik, maka hal tersebut sudah masuk ke ranah hukum pidana,” tegas Kompol Rahmad Syah di hadapan massa.
Ia juga menekankan bahwa sengketa antarperusahaan seharusnya diselesaikan di meja perundingan melalui jalur hukum yang berlaku, bukan melalui aksi premanisme di lapangan.
“Saya harapkan kedua belah pihak sama-sama menjaga kondusifitas. Tidak ada gunanya bentrok fisik. Hal ini bisa diselesaikan dengan kepala dingin antar pimpinan perusahaan,” tambahnya.
Selain demi keamanan investasi, Wakapolres mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas wilayah Kota Dumai, terlebih menjelang peringatan Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Saat ini saya minta jangan ada bentrok. Dumai harus tetap damai, apalagi kita mendekati Hari Natal dan Tahun Baru. Tolong saling menjaga,” tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan personel kepolisian masih disiagakan di lokasi untuk memastikan situasi benar-benar kondusif dan mencegah adanya aksi susulan dari kedua belah pihak.(FN)






