Rakyatmerdekanews.co.id, Duri, Kecamatan Bathin Solapan, 27 Juni 2025 – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) melalui Tameng Adat Melayu Kecamatan Bathin Solapan, yang dipimpin oleh Depi Rusdianto sebagai Ketua Hulubalang, mengecam keras sikap Humas PT. Patra Drilling Contractor (PDC) yang menolak surat audensi silaturahmi tentang ketenagakerjaan terhadap anak Melayu tempatan lokal dari Aliansi Anak Melayu.
“Surat audensi yang kami kirimkan merupakan upaya kami untuk membangun komunikasi dan silaturahmi dengan PT.PDC, namun ternyata humas mereka tidak mau menerima dan meresponsnya,” ujar Depi Rusdianto dalam pernyataan resminya. “Kami merasa sangat kecewa dan berang atas sikap Humas PT.PDC yang tidak transparan dan tidak terbuka,” tambahnya.
Tameng Adat Melayu Riau Kecamatan Bathin Solapan menuntut PT.PDC untuk lebih transparan dan terbuka dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai perusahaan dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) lembaga pemerintah. “Kami berharap PT. PDC dapat memperbaiki kinerjanya dan lebih peduli terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Depi Rusdianto.
Pengecaman ini bukan hanya datang dari Tameng lembaga adat Melayu Kecamatan Bathin Solapan, tetapi juga dari masyarakat Melayu bahkan masyarakat luas yang merasa bahwa PT. PDC harus lebih responsif dan terbuka dalam menghadapi aspirasi dan kebutuhan masyarakat Melayu tempatan lokal”PT.PDC harusnya menjadi contoh baik bagi lembaga pemerintah lainnya dalam hal transparansi dan keterbukaan,” ujar salah satu warga kecamatan Bathin Solapan.
Dalam situasi ini, Tameng Adat Lembaga Melayu Riau Kecamatan Bathin Solapan dan masyarakat luas menantikan respons dan tindakan konkret dari PT. PDC untuk memperbaiki kinerjanya dan meningkatkan transparansi dan keterbukaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya.(FN)






