Rakyatmerdekanews.co.id, Duri-Riau, 29 Juni 2025 – Ninik Mamak Melayu Duri, Junaidi Bin Basirin, mengungkapkan kekecewaannya dan perhatiannya terkait penolakan surat audensi dari Aliansi Anak Melayu oleh Humas PT. Patra Drilling Contractor (PDC) Wilayah Duri-Riau. Penolakan ini dianggap tidak menghormati nilai-nilai adat dan budaya Melayu.
“Teruntuk Humas PT PDC, kami Ninik Mamak Melayu Duri, sangat kecewa dan berang dengan penolakan surat audensi silaturahmi Anak, kemanakan, Cucu dari Aliansi Anak Melayu. Penolakan ini tidak hanya menyinggung perasaan kami sebagai Ninik Mamak, tetapi juga menghina nilai-nilai adat dan budaya Melayu yang kami junjung tinggi,” kata Junaidi bin Basirin.
Sebagai seorang Ninik Mamak, Junaidi Bin Basirin memiliki peran penting dalam memimpin dan memelihara adat istiadat Melayu. Ia menekankan pentingnya menjunjung tinggi Marwah Melayu, yang berarti menjaga kehormatan dan martabat masyarakat Melayu.
“Saya sebagai Ninik Mamak orang Melayu saudara laki-laki dari Alm abang saya Ali Zamril (elcitra) merasa kecewa, rasanya kebersamaan itu jauh sekali di tanah yang bertuah ini. Bersama melangkah untuk semua demi kemajuan daerah kita menjadi sebagian contoh untuk daerah lain bahwa kita bisa bersatu saling membantu dengan sesama orang Melayu, untuk kota yang kita cintai menjujung tinggi Marwah Melayu,” tambahnya.
Junaidi Bin Basirin juga menekankan bahwa penolakan ini dapat merusak hubungan antara masyarakat Melayu dan PT PDC. “Kami berharap Humas PT PDC dapat memahami dan menghormati nilai-nilai adat dan budaya Melayu. Kami tidak ingin melihat hubungan antara masyarakat Melayu dan PT PDC menjadi rusak karena ketidakpedulian dan ketidakmengertian,” katanya.
“Sebagai Humas PT PDC, Anda memiliki peran penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat khususnya Melayu lokal di Kecamatan Bathin Solapan dan Mandau. Oleh karena itu, kami berharap Anda dapat lebih memahami dan menghormati nilai-nilai adat dan budaya kami, serta memperhatikan kepentingan anak Melayu dalam setiap keputusan yang diambil,” tambahnya.
Junaidi Bin Basirin juga mengingatkan pentingnya menjaga tali persaudaraan dan nilai-nilai adat Melayu. “Jangan kita menjadi berpecah belah sehingga kita lupa nilai-nilai kita sebagai anak Melayu. Ingat udah ada sebelum kita yang berjuang sebelumnya untuk Melayu, sehingga kita bisa bersama sampai saat ini. Jaga Marwah Melayu yang adil, arif, dan bijak sana. Adab sopan santun penuh dengan nuansa ukhuwah yang cukup menjaga tali persaudaraan. Tanah Melayu tanah bertuah, hidup Melayu. Mari bersama bersatu untuk kemajuan kota yang kita cintai ini,” katanya.
Dalam pernyataannya, Junaidi Bin Basirin juga menghimbau Humas PT PDC untuk bekerja sama dengan Ninik Mamak dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati. “Sebagai Ninik Mamak, kami akan terus memperjuangkan hak-hak masyarakat Melayu Anak, Kemanakan, Cucu dan menjaga nilai-nilai adat dan budaya kami. Kami pinta Koperatif Humas PT PDC dapat bekerja sama dengan kami untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menghormati,” tegasnya.(FN)






