Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Operasi Keselamatan Candi 2026 yang digelar selama 14 hari resmi berakhir pada 15 Februari 2026. Kegiatan yang dilaksanakan jajaran Polres Purworejo ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif dengan pendekatan edukatif kepada masyarakat.
Kaposko Operasi Keselamatan Candi 2026, Ipda Teguh Priono, mewakili Kasatlantas AKP Arta Dwi Kusuma, menyampaikan bahwa selama pelaksanaan operasi situasi di wilayah hukum Polres Purworejo terpantau aman dan kondusif.
“Alhamdulillah, selama kegiatan operasi tidak ada kejadian yang menonjol, termasuk peristiwa kecelakaan lalu lintas yang memerlukan perhatian khusus dari aparat kepolisian,” ujar Teguh saat dikonfirmasi awak media di ruang kerjanya, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, Operasi Keselamatan Candi 2026 menitikberatkan pada upaya edukasi dan pencegahan. Komposisi tindakan dalam operasi ini meliputi 40 persen preventif, 40 persen preemtif berupa edukasi dan sosialisasi, serta 20 persen represif.
Langkah preventif dan preemtif dilakukan melalui penyuluhan ke sekolah-sekolah, pembagian brosur, pemasangan baliho peringatan, serta berbagai imbauan langsung kepada masyarakat. Penegakan hukum tetap dilakukan, namun dengan pendekatan humanis dan edukatif.
“Dengan dilaksanakannya tindakan preemtif dan preventif secara sistematis dan edukatif, diharapkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas semakin meningkat, sehingga Kamseltibcarlantas di wilayah Purworejo dapat terwujud,” jelasnya.
Sementara itu, untuk tindakan represif, Satlantas memaksimalkan pemanfaatan kamera ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) di sejumlah titik rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, serta menindak pelanggaran kasat mata.
Lebih lanjut, dalam rangka menyambut Operasi Ketupat menjelang arus mudik Lebaran, pihak kepolisian juga berkolaborasi dengan Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kelaikan kendaraan (ramp check). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Terminal Tipe A Purworejo dan Pool Bus Sumber Alam.
Pengecekan meliputi kondisi teknis kendaraan serta kesiapan awak kendaraan guna memastikan keselamatan penumpang saat arus mudik nanti.
“Diharapkan dengan usainya Operasi Keselamatan Candi 2026, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat diminimalisir serta tercipta kondisi lalu lintas yang aman dan kondusif di Kabupaten Purworejo,” pungkasnya. (Ratna)






