Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Pemerintah Kabupaten Purworejo kembali menggencarkan ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi umum yang belakangan semakin ditinggalkan. Upaya ini diwujudkan melalui program bertajuk “Naik Angkot Bareng Ibu Bupati” yang digelar pada Selasa (10/2/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Purworejo Yuli Hastuti, SH bersama jajaran Forkopimda melakukan perjalanan menggunakan angkutan kota (angkot) dari Kecamatan Grabag, Kutoarjo, SMA N 1 Purworejo, hingga Alun-alun Purworejo. Aksi ini menjadi simbol sekaligus ajakan nyata kepada masyarakat agar kembali memanfaatkan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari.
Turut mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo Suranto, ST, S.Sos., MPA dan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Purworejo Agus Widiyanto, S.IP., M.Si., beserta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.
Saat tiba di SMA N 1 Purworejo, Bupati menyempatkan diri menyapa para pelajar. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa angkutan umum bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi juga memiliki nilai edukatif.
“Angkutan umum bukan sekadar alat transportasi, tetapi sarana belajar kedisiplinan, keselamatan, dan kepedulian terhadap sesama serta lingkungan,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan para pelajar yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) agar tidak mengendarai sepeda motor sendiri demi keselamatan.
“Untuk anak-anakku yang belum memiliki SIM, Ibu mengimbau agar tidak mengendarai motor sendiri agar tetap aman,” tambahnya.
Kepala Dishub Purworejo, Agus Widiyanto, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo.
Selain mengampanyekan penggunaan transportasi umum, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan uji coba pembayaran retribusi parkir secara elektronik menggunakan QRIS yang resmi diterapkan sejak 1 Januari 2026.
“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap transportasi umum sekaligus mendukung digitalisasi layanan publik,” jelasnya.
Sementara itu, Fajar, pengemudi angkot jalur Purwodadi–Purworejo, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap perhatian pemerintah dapat mengembalikan jumlah penumpang yang menurun drastis sejak pandemi Covid-19.
Program ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan transportasi umum di Purworejo, sekaligus mendorong terciptanya budaya berlalu lintas yang lebih tertib, aman, dan ramah lingkungan.(Kun)


