Menjunjung Adat Merajut Sinergi: TUAH ALAM Gelar Silaturahmi Syawal ke PT AKM Duri

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Di bawah naungan langit Syawal yang penuh keberkahan, Tuah Aliansi Anak Melayu (TUAH ALAM) menunjukkan kematangan adabnya sebagai anak jati negeri. Pada Senin (6/4/2026), organisasi ini menggelar kunjungan silaturahmi dan Halalbihalal ke manajemen PT Andalas Karya Mulia (AKM) di Duri dengan membawa misi besar: “Duduk Sama Rendah, Tegak Sama Tinggi.”

Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan formal korporasi, melainkan cerminan dari filosofi Melayu yang mengedepankan komunikasi dan saling menghargai antara tamu dan tuan rumah.

Ketua Umum TUAH ALAM, Fredi Noza (yang akrab disapa Kincai), melalui Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH), Danuarta, menegaskan bahwa silaturahmi adalah pondasi utama dalam menjaga marwah daerah di tengah deru industri.

“Dalam adat kita, ‘adat hidup tolong-menolong, adat mati jenguk-menjenguk’. Kedatangan kami ke PT AKM adalah bentuk ikhtiar untuk memastikan bahwa dunia usaha dan masyarakat tempatan berjalan seiring jalan, seayun langkah,” ujar Danuarta dalam sambutannya yang sarat akan nilai ukhuwah.

Lebih lanjut, Danuarta menekankan pentingnya Adab Melayu dalam berinteraksi dengan dunia industri. Beliau menyampaikan bahwa TUAH ALAM hadir bukan sebagai penghambat, melainkan sebagai payung bagi anak jati untuk berkontribusi secara elegan dan profesional.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Anak Melayu adalah tuan di negeri sendiri yang tahu adab menerima tamu (investor) dan tahu cara menjaga rumah (daerah). Sinergi dengan PT AKM diharapkan menjadi pintu terbuka bagi kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Sambutan hangat pun datang dari manajemen PT AKM. Pihak perusahaan menyatakan kekagumannya atas cara komunikatif yang dikedepankan oleh TUAH ALAM. Manajemen mengakui bahwa pendekatan yang mengedepankan etika dan nilai-nilai lokal membuat kolaborasi terasa lebih bermakna dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk saling menjaga harmonisasi di wilayah Duri. Dengan pertemuan ini, TUAH ALAM kembali membuktikan bahwa kekuatan ekonomi dan industri akan jauh lebih kokoh jika berpijak di atas landasan adat yang kuat dan adab yang mulia.(FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *