Menjemput 2026 dengan Berkah : JARI 98 Pilih Doa Bersama Anak Yatim dan Janda di Tangsel

Rakyatmerdekanews.co.id, Serpong Tangsel – Ketika sebagian besar masyarakat menyambut pergantian tahun 2025 ke 2026 dengan gegap gempita pesta kembang api, ratusan warga di Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), memilih jalan yang lebih hening dan bermakna.

Mereka berkumpul dalam kegiatan Doa Bersama dan Santunan yang diinisiasi oleh Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98).

Acara yang digelar di Majelis Taklim Panca Karsa ini terasa begitu hangat, melibatkan sekitar seribu peserta yang terdiri dari anak-anak yatim, janda, dan warga sekitar.

Ini adalah bentuk perayaan yang jauh dari kemewahan, namun penuh dengan nilai solidaritas dan kepedulian.

Majelis Taklim Panca Karsa, lokasi kegiatan ini, memiliki kisah tersendiri. Bangunan ini didirikan oleh Willy Prakarsa, Ketua Presidium JARI 98.

Beliau menjelaskan bahwa majelis ini menjadi bukti nyata komitmen aktivis 98 untuk tidak hanya fokus pada isu politik dan reformasi, tetapi juga pada isu kemanusiaan dan spiritualitas masyarakat akar rumput.

“Bagi kami, tahun baru adalah momentum refleksi. Bukan untuk euforia yang menghabiskan daya, melainkan untuk mengisi hati dan mendoakan kebaikan bagi bangsa dan masyarakat yang masih membutuhkan,” ujar Willy Prakarsa di sela-sela acara.

Dalam kesempatan tersebut, Willy Prakarsa juga turut menyampaikan apresiasi khusus kepada aparat negara yang selalu berada di garda terdepan.

“Di momen doa bersama ini, kami juga ingin menyampaikan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada Polri yang begitu aktif dalam penanggulangan bencana di berbagai wilayah belakangan ini. Dedikasi mereka sangat membantu rakyat,” kata Willy.

Willy menambahkan harapannya, “Kita semua berharap, di tahun 2026, Polri semakin maju, semakin profesional, dan semakin dekat dengan hati rakyat dalam menjalankan tugasnya.”

Suasana haru dan khidmat menyelimuti majelis. Para peserta tampak khusyuk mengikuti rangkaian doa yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

Kehadiran anak-anak yatim dan para janda yang menerima santunan menjadi inti acara, mengingatkan semua yang hadir bahwa kekuatan sebuah komunitas terletak pada bagaimana mereka saling merangkul yang lemah.

Seorang warga, Ibu Maimunah (58), yang hadir bersama cucunya, menyatakan rasa syukurnya.

“Acara ini menenangkan. Tahun lalu kami hanya di rumah. Sekarang kami bisa mendoakan yang terbaik untuk keluarga dan negeri, sambil merasakan kehangatan dari sesama,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, JARI 98 mengirimkan pesan kuat bahwa semangat aktivisme tidak hanya terbatas pada demonstrasi atau ruang diskusi, melainkan juga meresap dalam aksi nyata kemanusiaan.

Mereka memilih menutup lembaran 2025 dengan menguatkan persaudaraan, dan membuka 2026 dengan harapan yang dilandasi doa tulus.

Pergantian tahun di Majelis Taklim Panca Karsa, Serpong, menjadi contoh bagaimana refleksi spiritual dan kepedulian sosial bisa menjadi pilihan perayaan yang paling berarti dan membawa berkah. (Ratna)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *