Marsudi Syuhud Ajak Syukuri Kemerdekaan dan Jaga Persatuan Bangsa

Rakyatmerdekanews.co.id, DEPOK – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, tokoh Nahdlatul Ulama, KH Marsudi Syuhud, mengingatkan pentingnya bersyukur kepada para pendiri bangsa yang telah berjuang hingga Indonesia meraih kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
“Kita wajib bersyukur kepada para pendiri bangsa yang mampu bersatu bersama tokoh-tokoh lain melawan penjajah sampai Indonesia merdeka. Bersyukur kita bisa menikmati kemerdekaan, sementara di luar sana masih banyak negara yang berperang. Kita tidak perang saja sudah susah mencari nafkah, apalagi kalau hidup dalam peperangan,” ujar Marsudi dalam tausyiahnya, Sabtu (16/8) malam.
Marsudi menyinggung kondisi di Gaza yang sangat memprihatinkan, sehingga Indonesia harus benar-benar menjaga kedaulatan dan perdamaian yang tidak mudah diperoleh. Ia menegaskan, mencintai tanah air adalah bagian dari iman, sebagaimana doa Rasulullah SAW untuk Madinah.
“Rasulullah berdoa, Ya Allah bantulah aku bisa mencintai Madinah seperti aku mencintai Mekah. Artinya, mencintai tanah air adalah bagian dari iman. Indonesia jangan sampai tidak kita jaga dengan baik,” katanya.
Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan semangat membangun, baik infrastruktur maupun kemaslahatan bersama. Pikiran yang positif, sikap yang baik, serta prasangka yang baik menjadi modal utama dalam menjaga persatuan dan keberlangsungan bangsa.
“Hidup kita dibentuk oleh kosa kata kita sendiri, oleh cara kita berpikir. Mengisi kemerdekaan itu membangun dan terus membangun. Walaupun kondisi ekonomi kita sedang tidak baik, tetaplah melakukan hal-hal yang baik, agar kita tetap mampu menjaga negara kita,” tegasnya.
Marsudi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai gerakan kolektif menjaga kedamaian dan meningkatkan rasa syukur.

Acara tausyiah dan doa bersama tersebut digelar dalam rangkaian Majlis Zikir & Ta’lim di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Rumah Batu, Depok, Sabtu (16/8) malam, yang sekaligus menjadi ajang mempererat silaturahmi umat. (Tien)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *