Majelis Agung Terima Aduan, Krama Tegalalang Desak Ketegasan Etik Pejabat Adat

Bangli-RMNews: Proses aduan Krama Desa Adat Tegalalang terhadap dugaan pelanggaran etik pejabat Majelis Madya Desa Adat (MMDA) Bangli berinisial IWW kini ditangani Majelis Agung Desa Adat (MDA) Provinsi Bali.

Petajuh Bidang Kesukertan Agung MDA Bali, I Made Wena, membenarkan bahwa berkas aduan dan hasil investigasi dari MMDA Bangli telah diterima dan sedang ditelaah oleh Penyarikan Agung.

“Berkasnya sudah kami terima dan sedang diproses di meja Penyarikan Agung,” ujar Wena kepada awak media, Senin (27/10).

Sementara itu, Kertha Desa Adat Tegalalang, Sang Ketut Rencana, mendesak Majelis Agung bersikap tegas dan berani menegakkan kode etik terhadap pejabat adat yang diduga melakukan rangkap peran.

“Kami ingin lihat keberanian Majelis Agung—apakah berani menegakkan etika, atau memilih diam ketika pelanggaran terjadi di dalam tubuhnya sendiri,” tegas Rencana.

Ia menilai pelanggaran etik pejabat adat merupakan ujian integritas lembaga adat. Jika dibiarkan, kata dia, akan mencederai marwah dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem adat Bali.

“Kalau lembaga adat sendiri tidak disiplin, bagaimana masyarakat mau percaya pada keadilan adat?” ujarnya.

Krama Tegalalang menegaskan, proses penyelidikan tidak boleh berhenti di tataran administrasi. Mereka menunggu keputusan nyata berupa sanksi etik untuk menjaga wibawa lembaga adat.

“Kami tidak mundur. Ini soal harga diri dan kepercayaan krama pada lembaga adat,” pungkas Rencana. (Can/skr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *