Rakyatmerdekanews.co.id, Kabupaten Bengkalis – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis meresmikan fasilitas ibadah umat Buddha, yang diberi nama Kelenteng Co Shi Bio, pada hari ini, Jumat (29/08/2025), pukul 11.00 WIB. Peresmian dilakukan secara khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta staf Lapas Bengkalis, bersama perwakilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) penganut agama Buddha.
Dalam sambutannya, Kalapas Bengkalis, Kriston Napitupulu, menegaskan bahwa peresmian kelenteng ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam menjamin hak asasi WBP, khususnya hak untuk beribadah tanpa diskriminasi. “Pemenuhan hak beragama adalah bagian tak terpisahkan dari pembinaan yang manusiawi. Dengan diresmikannya Co Shi Bio, kami berharap WBP yang beragama Buddha dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tenteram, dan penuh khusyuk,” ujar Kriston.
Kelenteng Co Shi Bio yang berdiri di dalam kompleks Lapas Bengkalis dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman agama dan keyakinan. Fasilitas ini dirancang sebagai ruang ibadah yang nyaman, tenang, dan khusyuk, guna mendukung pelaksanaan ritual keagamaan seperti sembahyang, meditasi, dan perayaan hari raya keagamaan umat Buddha.
Boy Fernandes, Kasi Bimbingan Kemasyarakatan (Binadik), menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi pilar utama dalam transformasi perilaku WBP. “Spiritualitas memiliki peran besar dalam membangun kesadaran, introspeksi, dan perubahan diri. Kami berharap Co Shi Bio tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang penyembuhan batin bagi saudara-saudara kita yang sedang menjalani proses pembinaan,” jelas Boy.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita simbolis oleh Kalapas Bengkalis, dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh perwakilan WBP Buddha, menandai dimulainya fungsi kelenteng sebagai tempat ibadah resmi di lingkungan Lapas.
Dengan diresmikannya Co Shi Bio, Lapas Kelas IIA Bengkalis semakin menunjukkan komitmennya sebagai lembaga pemasyarakatan yang inklusif, berbasis HAM, dan berorientasi pada pemulihan (rehabilitasi), bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara batin dan spiritual. Semoga keberadaan kelenteng ini dapat memberikan manfaat besar bagi WBP dan menjadi simbol harmoni dan toleransi di dalam Lapas.
Pesan Kalapas Bengkalis, “Pemenuhan hak beragama adalah bagian tak terpisahkan dari pembinaan yang manusiawi. Dengan diresmikannya Co Shi Bio, kami berharap WBP yang beragama Buddha dapat menjalankan ibadah dengan tenang, tenteram, dan penuh khusyuk,” ujar Kriston Napitupulu, Kalapas Bengkalis.
Kelenteng Co Shi Bio menjadi simbol keberagaman dan toleransi di Lapas Bengkalis. Dengan adanya fasilitas ibadah yang memadai, WBP dapat menjalankan ibadah dengan lebih khidmat dan tenang, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembinaan spiritual mereka.(FN)






