Rakyatmerdekanewas.co.id, Pekanbaru – Forum Penyelamat Aset Negara (FPAN) Inderagiri Hulu (Inhu) melakukan audiensi dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau pada Senin sore (15/9/25). Mereka menyampaikan aspirasi masyarakat terkait keresahan akibat aktivitas angkutan batu bara yang melintas di jalan lintas tengah Air Molek – Teluk Kuantan.
Audiensi ini dihadiri oleh Ketua FPAN Arifudin Ahalik bersama jajaran, yang didampingi oleh Ketua DPH LAMR Kabupaten Indragiri Hulu, Datuk Seri Ali Fahmi Aziz. Mereka disambut oleh Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Marjohan Yusuf dan Ketua Umum DPH LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, beserta pengurus LAMR lainnya.
Arifudin Ahalik menyampaikan bahwa masalah ini telah berulang kali disampaikan kepada berbagai pihak, namun belum ada langkah konkret yang diambil. FPAN mendesak pembangunan jalan alternatif khusus bagi truk angkutan batu bara untuk mencegah kecelakaan dan kerusakan jalan umum.
“Kami berharap pemerintah segera turun tangan mengatasi keresahan masyarakat ini,” tegas Arifudin. FPAN juga meminta LAMR untuk menyampaikan aspirasi ini kepada Gubernur Riau agar pemerintah provinsi dapat mengambil langkah cepat dan tegas.
Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil menyatakan bahwa LAMR menyambut baik aspirasi FPAN dan akan segera menindaklanjutinya. LAMR akan menjumpai Gubernur Riau dalam waktu dekat untuk membicarakan persoalan ini.
Sementara itu, Ketua Umum MKA LAMR Datuk Seri H. Marjohan Yusuf menegaskan bahwa adat Melayu senantiasa berpihak kepada kepentingan masyarakat luas. “Apa pun bentuk pembangunan haruslah membawa maslahat, bukan mudarat,” tegas Datuk Seri Marjohan. LAMR siap menjembatani diskusi antara masyarakat dan Gubernur Riau untuk mencari jalan keluar yang adil bagi semua pihak.(FN)






