Rakyatmerdekanews.co.id. Jakarta – ( 26/03) Kantor Hukum Dennis Wibowo & Partner menggelar konferensi pers di Pluit, Jakarta Utara, Kamis pagi, untuk menanggapi unggahan akun Instagram “Info Zonker Indonesia” dan “scamnews.official” yang menyudutkan klien mereka, William Ciam. Didampingi tim advokat — Dennis Wibowo, S.H., M.H., C.MED.; Andry, S.Kom., S.H., M.H., C.I.M.; Muhammad Naziruddin, S.H., M.H., C.MED.; Noval, S.H.; Ridwan Adjie Pamungkas, S.H.; dan Antonius, S.H. – kuasa hukum membacakan pernyataan berdasarkan surat kuasa No: 024/SKK/DWP/III/2026.
Andry, S.H. menegaskan ada tiga poin yang perlu diluruskan:
1. Sengketa hutang piutang.
Menurut kuasa hukum, tidak pernah ada hutang piutang. William Ciam dan Jeanette Pricillia Harryman menjalin hubungan asmara sejak 1 Oktober 2021. Saat Jeanette bekerja di Australia (Desember 2022), William menyusul pada April 2023. Mereka sepakat membangun usaha kuliner bersama dengan total modal sekitar AUS$ 90.000 (≈ Rp 1,08 miliar), di mana Jeanette menyetor AUS$ 17.000 (≈ Rp 204 juta). Usaha resmi berjalan 19 Oktober 2023 dengan nama “Suka-Suka”, tetapi Jeanette tidak terlibat operasional. Hubungan pribadi memburuk, William menjalankan restoran sendiri hingga tutup Februari 2024 dengan sisa saldo AUS$ 3.000 dan menanggung pajak AUS$ 7.000 yang baru lunas Juni 2024. 
2. Indikasi penipuan.
Kuasa hukum menyebut kasus ini investasi yang gagal, bukan penipuan. Bukti percakapan WhatsApp 20 Desember 2023 pukul 21.51 (waktu setempat) menampilkan Jeanette menulis, “aku invest ke suka” loll wkwkwkwk”. William tidak menggelapkan dana; justru mantan kekasihnya melakukan wanprestasi dengan meninggalkan usaha.
3. Proses mediasi.
Belum pernah ada mediasi. Kuasa hukum menjelaskan mediasi memerlukan perundingan dengan pihak ketiga netral, yang hingga kini tidak terjadi.
“Klien kami dirugikan oleh narasi yang dibangun di media sosial. Kami akan menempuh langkah hukum terhadap akun-akun tersebut maupun Jeanette Pricillia Harryman atas dugaan pencemaran nama baik,” tutup Andry.
Pihak Jeanette belum memberikan tanggapan resmi. Kuasa hukum William Ciam menyatakan siap menunjukkan bukti transfer, pembukuan usaha, dan log percakapan sebagai dasar pembelaan.(Red)






