Komitmen Zero Halinar: Lapas Bengkalis Perketat Deteksi Dini Lewat Razia Rutin

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Komitmen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis dalam menjaga stabilitas keamanan kian diperketat.

Melalui sebuah operasi senyap pada Kamis malam (02/04), jajaran Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) melakukan penggeledahan mendadak di Blok 01E dan 02E guna memutus rantai peredaran barang ilegal di balik jeruji besi.

Razia yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Ka. KPLP Diasta Krismayandi. Tidak hanya menyasar alat komunikasi, petugas juga memberikan perhatian khusus pada benda-benda yang berpotensi menjadi senjata berbahaya.

Dalam penyisiran yang dilakukan secara mendalam hingga ke sudut terkecil kamar hunian, petugas berhasil mengamankan barang-barang terlarang yang berisiko tinggi memicu gangguan kamtib. Hasil tangkapan meliputi:

1 Bilah Senjata Tajam (Sajam) Rakitan.

5 Unit Charger Handphone.

3 Unit Handsfree.

3 Utas Kabel Listrik Ilegal.

1 Buah Gesper Besi.

“Kami bergerak dengan prinsip Waspada Jangan-Jangan. Temuan sajam rakitan ini sangat krusial karena bisa memicu gesekan antar warga binaan. Begitu juga dengan kabel listrik ilegal yang berisiko menyebabkan kebakaran akibat korsleting,” tegas Diasta Krismayandi di sela-sela kegiatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, memberikan apresiasi atas kesigapan timnya. Ia menegaskan bahwa razia ini adalah bagian dari standar pencegahan gangguan keamanan terbaru tahun 2025.

“Ini bukan sekadar rutinitas, tapi benteng pertahanan keamanan kita. Saya peringatkan kepada seluruh warga binaan: jangan main-main dengan aturan. Setiap pelanggaran akan berisiko pada pencabutan hak-hak kalian,” ujar Priyo dengan nada tegas.

Ia menambahkan bahwa integritas petugas adalah kunci. Libatnya personel muda (CPNS) dalam razia ini juga bertujuan untuk menanamkan mentalitas pengamanan yang bersih sejak dini.

Usai penggeledahan, situasi di Lapas Bengkalis dilaporkan tetap aman dan kondusif. Seluruh barang bukti langsung didata untuk segera dimusnahkan secara transparan. Sementara itu, warga binaan yang kedapatan menyimpan barang-barang tersebut kini tengah menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur kedisiplinan yang berlaku.

Langkah proaktif ini membuktikan bahwa Lapas Bengkalis tidak memberikan celah bagi praktik ilegal demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan berintegritas.FN)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *