Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta — Perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran yang terus berkecamuk memicu krisis global serius, menyebabkan ribuan kematian, kehancuran infrastruktur kesehatan, serta mengancam stabilitas energi dan ekonomi dunia.
Konflik ini memicu kenaikan harga minyak, inflasi, melemahnya rupiah, serta gangguan rantai pasok global.
KH. Marsudi Syuhud, Wakil Ketua Umum MUI mengatakan, semua orang tentunya menginginkan damai. Perdamaian adalah terbaik, damai lebih baik daripada perang. Sebab
perang hanya melahirkan siklus kekerasan baru dan kegagalan manusia dalam berpikir. Resiko kerusakan harus dihilangkan, konkritnya jika ada perbedaan prinsip jangan sampai terjadi perang. Kita disuruh hidup saling mendo’akan mengucapkan salam berbalas salam dengan mendoakan perdamaian, ucapnya.
Masih menurut Marsudi, yang dikatakan negara beradab adalah perang bukan pilihan, mereka akan mengadakan musyawarah maupun diskusikan. Mengganti rezim bukan cara membunuh dengan bom maupun bedil. Misalnya, Presiden Irak Saddam Husain dibunuh ganti rezim, Suriah kemudian Libya Muammar Khadafi dibunuh ganti rezim.
“Di negara lain mengganti rezim menggunakan bom dan bedil. Kalo di Indonesia enggak perlu mengunakan cara kekersaan misal pake bom, misil maupun drone namun hanya pakai nasi bungkus.
Hebatnya, anak-anak mahasiswa ini bomnya cukup dengan nasi bungkus. Apalagi kalo nasi bungkusnya bawa sendiri-sendiri itu jauh lebih dahsyat dan itu punya niat yang kuat yang tentunya dibarengi dengan aksi, melalui aksi nyata, “ujar Marsudi pada acara majlis zikir dan ta’lim di Pesantren Ekonomi Darul Uchwah, Jl. Kedoya Duri Raya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu (4/04/2026)
Untuk itu lanjut Marsudi, pada tanggal 1 April 2026, Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipimpin KH. Marsudi Syuhud menyatakan sikap “Stop War” menyerukan agar hentikan perang. MUI membuat gagasan penghentian agresi serta penegakan hukum Internasional dan kemanusiaan.
Hari Senin ini rencananya akan di publikasikan, mengapa karena MUI mempunyai tauziah untuk menghentikan perang Stop War. (Stop perang).
Karena pada dasarnya terdapat di Al-Qur’an menyampaikan kalau kita ada kecondongan untuk menuju damai maka cepat-cepat berdamailah karena perang itu merusak dan membunuh orang yang tidak mengerti. Barang siapa ketika perdamaian adalah yang terbaik karena damai lebih baik dari pada perang itu dasarnya, maka MUI menyampaikan stop war.
Kiai Marsudi menyebut negara yang mengakui negara paling beradab adalah negara jika punya masalah adalah duduk bersama dilakukan diskusi. Tapi anehnya, Amerika dan Israel tidak sertamerta menerapkan, ngaku negara beradab namun justru mulai duluan menyerang negara lain.
Semestinya untuk demokrasi lebih mengedepankan cara-cara diskusikan.dan musyawarah. Akan tetapi mereka yang mulai duluan, siapa yang kuat siapa yang mengambil dan mendapatkannya. Maka MUI menyerukan akan segera menghentikan peperangan, agresi, hukum Internasional ditegakkan.
Keadilan dan kemanusiaan ditegakkan. Di Indonesia melengserkan seorang pemimpin negara bukan melalui cara-cara kekerasan namun mengganti rezim cukup dengan nasi bungkus. Semisal saat mengganti rezim Soekarno, Soeharto dan Gus Dur, pungkasnya. (Tin/Red)


