Kapolres Bireuen: Judi Online adalah Skandal Penipuan Digital, Media Harus Berdiri di Garda Terdepan

Rakyatmerdekanews.co.id, Bireun – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-79, Kapolres Bireuen AKBP Tuschad Cipta Herdani menggelar silaturahmi bersama insan pers di aula Mapolres setempat, Rabu (4/6/2025). Momen ini dimanfaatkan sebagai ruang dialog sekaligus mempererat kemitraan strategis antara kepolisian dan media dalam menghadapi tantangan keamanan, terutama terkait maraknya praktik judi online (judol) di tengah masyarakat.

Di hadapan para jurnalis dari berbagai media, AKBP Tuschad menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap menjamurnya aktivitas judi online, yang menurutnya bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan bentuk penipuan terstruktur berbasis digital yang mengancam masa depan generasi muda.

“Judi online adalah skandal penipuan digital yang dirancang untuk merampok harapan orang-orang lewat sistem algoritma yang dikendalikan penuh oleh bandar. Pemain hanya diberi ilusi menang untuk ditarik lebih dalam ke jurang kerugian. Ini racun sosial, dan masyarakat harus sadar bahwa tidak ada yang menang dalam permainan ini—selain para pelaku di balik layar,” tegas Kapolres.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran media dalam membangun kesadaran publik dan menjadi mitra strategis dalam upaya pencegahan. Bagi Kapolres, media bukan sekadar penyampai informasi, tetapi juga benteng moral dalam melawan infiltrasi kejahatan digital yang kian massif.

“Kami butuh kekuatan media untuk menjadi corong edukasi yang mencerahkan. Pemberitaan yang berbasis fakta dan bertanggung jawab sangat dibutuhkan guna menyadarkan masyarakat bahwa judi online bukan hiburan—melainkan jebakan,” ujarnya.

Silaturahmi berlangsung dalam suasana hangat namun sarat substansi. Para jurnalis yang hadir memberikan respons positif dan menyatakan komitmen untuk terus bersinergi dalam mengawal isu-isu strategis, termasuk dalam mengedukasi publik agar tidak terjebak dalam aktivitas ilegal yang merusak.

Kapolres mengingatkan bahwa judi online bukan hanya persoalan hukum, melainkan problem moral dan sosial yang kompleks. Dampaknya bukan saja menghancurkan ekonomi keluarga, tetapi juga menimbulkan potensi kriminalitas lanjutan seperti pencurian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga depresi dan bunuh diri.

“Ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Ini soal bagaimana masa depan seseorang bisa dihancurkan hanya dengan satu klik. Jadi jangan pernah coba-coba. Taruhannya adalah hidup dan kehormatan,” tandasnya dengan nada tegas.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakapolres, para Kabag, Kasat, Humas serta personel jajaran Polres Bireuen. Kehadiran insan pers dalam acara tersebut menjadi simbol bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban tidak bisa dilakukan sendiri—melainkan harus dibangun lewat kemitraan yang saling menguatkan antara aparat penegak hukum dan kekuatan keempat demokrasi: media.

(Hendra)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *