Jakarta-RMNews: Dalam momentum yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 dan menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai penggerak utama dalam mewujudkan kemandirian bangsa.
Ketua Umum JAMAN, Iwan Dwi Laksono, menyoroti rendahnya partisipasi politik perempuan Indonesia yang masih berada di peringkat ke-6 dari 10 negara ASEAN.
“Ini bukan sekadar angka, tapi cerminan dari sistem yang belum inklusif,” tegas Iwan di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Sabtu (16/8).

Lebih lanjut Iwan menjelaskan bahwa, JAMAN berkomitmen mendorong pendidikan politik inklusif, kaderisasi kepemimpinan perempuan, perluasan akses teknologi dan pelatihan digital, serta membangun ekosistem pemberdayaan berbasis kemitraan multipihak.
“Kami berkomitmen agar perempuan diberikan akses seluas-luasnya untuk membangun indonesia” katanya.
Pada kesempatan tersebut, JAMAN juga meluncurkan wadah baru bernama JAMAN Perempuan Indonesia (JAPRI) yang ditandai dengan penyerahan pataka oleh Sekjen JAMAN M. Eko Purwanto kepada Ketua JAPRI Yenny Pakasi.
Iwan menegaskan, perjuangan perempuan bukan hanya soal kesetaraan gender, melainkan perjuangan kemanusiaan untuk menjadikan Indonesia lebih adil, setara, dan berdaulat.
“Tanpa kemandirian, tidak ada keadilan sosial. Tanpa kedaulatan, tidak ada kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Dalam acara tersebut juga diisi dengan talk show bertema “Peran Sosial Politik Perempuan dalam Kemandirian Nasional” menghadirkan aktivis 1998 Lilik HS dan Sekjen Koalisi Perempuan Indonesia Mike Verawati, serta hiburan kesenian dari kader JAMAN.
Seperti diketahui JAMAN yang berdiri pada 2007 telah hadir di berbagai daerah dan konsisten mengadvokasi isu-isu rakyat, mulai dari konflik agraria, kedaulatan pangan dan energi, hingga transformasi digital ekonomi rakyat. (Ips)






