Rakyatmerdekanews.co.id, Duri,- 25 Juni 2025, Humas Patra Drilling Contractor (PDC) perusahaan yang berlokasi di Jalan Lintas Duri-Dumai, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Wilayah Duri-Riau, menolak permohonan audiensi silaturahmi yang diajukan oleh Aliansi Anak Melayu pada (10/02/2025). Permohonan audiensi ini merupakan surat menjalin kerjasama untuk ketenagakerjaan dari anak Melayu lokal yang ada di Kecamatan Bathin Solapan dan Kecamatan Mandau, yang dilayangkan dalam kurun 5 bulan terakhir.
Anak kemanakan jajaran dari Aliansi Anak Melayu bersama-sama datang langsung ke perusahaan tersebut untuk menjalin komunikasi. Sopan santun tetap menjadi komitmen yang dikedepankan, menjunjung tinggi nilai-nilai adab dan marwah tutur Melayu, dengan berkoordinasi kepada security yang bertugas jaga. Security menerima mereka dengan baik dan memasukkan surat audiensi ke dalam daftar buku tamu.
Menurut Ketua Fredi Noza, Aliansi Anak Melayu hanya ingin membangun komunikasi yang baik tanpa melakukan tindakan anarkis. “Kami tidak membawa massa dalam jumlah besar, hanya ingin duduk bersama dan berdialog. Ada banyak potensi kerja sama yang bisa kami tawarkan secara profesional,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan Aliansi Anak Melayu legal dengan Kemenkumham Nomor AHU-0005309.AH.01.07.Tahun 2024, bergerak di bidang sosial, dan memiliki komitmen terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya anak Melayu lokal di Wilayah Kecamatan Bathin Solapan dan Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
“Kami masyarakat tempatan Aliansi Anak Melayu, juga memiliki keluarga dan tanggung jawab. Kami tidak ingin konflik, hanya ingin solusi bersama agar masyarakat Melayu lokal di sekitar perusahaan ini juga bisa merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan,” imbuhnya.
Sayangnya, saat dihubungi security perusahaan, Aliansi Anak Melayu menanyakan perihal tanggapan surat audiensi silaturahmi mereka. Karena di buku tamu tertulis “DITOLAK” oleh Humas, dan HP dilanjutkan ke jajaran Aliansi Anak Melayu. Humas perusahaan menyampaikan, “Mengapa pakai pakai surat dan dititipkan ke security, apakah tidak menghargai humas? Kalau saya tolak mau apa?” kata Humas.
Lanjut Humas menyampaikan, “Nanti aja dulu, nanti aja dulu” kepada jajaran Aliansi Anak Melayu yang ada di depan security jaga. Dan security yang bertugas sempat berkata, “Kok humas gitu ngomongnya, itukan sudah tugas humas perusahaan,” kata security dengan nada pelan.
Hingga berita ini diterbitkan, Humas belum memberikan keterangan resmi terkait alasan penolakan audiensi tersebut. Tak selang waktu lama, di tempat yang berbeda, Ketua Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza, berhubungan langsung dengan Humas perusahaan melalui HP, namun prihal surat audiensi Humas perusahaan mengenyampingkan nya malah berbicara yang tidak sepatutnya terhadap masyarakat Melayu, seolah-olah ingin merusak kantibmas di lingkungan perusahaan.
Kekecewaan mendalam dari Aliansi Anak Melayu. Ketua Fredi Noza, kita tau Perusahaan PDC itu perusahaan yang baik untuk menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, dari masyarakat sekitar tempatan lingkungan yang ada, bahkan perusahaan asing sekalipun tetap PDC menjalin kerjasama nya. Namun Humas yang di wilayah Duri-Riau sangat disayangkan dalam sikap menerima amanah dari perusahaan untuk tupoksi ke humasan kepada masyarakat.
Ketua Aliansi Anak Melayu Fredi Noza berharap ke depan, Humas perusahaan PDC wilayah Duri-Riau membuka ruang dialog dan tidak menutup diri dari aspirasi warga maupun organisasi masyarakat. “Kami ingin menyelesaikan semua ini secara kekeluargaan, dan semoga ada titik terang yang bisa memberi manfaat bagi semua pihak,” tutupnya.(FN)






