Hingga Pertengahan Bulan Mei 2025, Bid Damkar Purworejo Berhasil Evakuasi Ratusan Sarang Tawon Berbahaya

Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Bidang Pemadam Kebakaran yang berada di bawah naungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Purworejo kini menjalankan tugas yang jauh lebih kompleks dari sekadar memadamkan api.

Evakuasi sarang tawon berbahaya, gangguan hewan seperti ular, hingga penanganan kejadian unik seperti memotong cincin yang tak bisa lepas dari jari manusia atau hewan, menjadi bagian dari tanggung jawab mereka.

Tidak hanya kasus yang tergolong darurat, permintaan bantuan dari masyarakat juga sering datang untuk hal-hal yang relatif ringan. Hal ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Damkar.

Seperti diungkapkan oleh Kasatpol PP dan Damkar Purworejo, Budi Wibowo kepada awak media saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu(21/5/2025).

Menurutnya, meskipun permintaan seperti itu di luar konteks pemadaman api, tim Damkar tetap siap membantu sebatas meringankan permasalahan yang dialami masyarakat. Pendekatan ini memperkuat citra Damkar sebagai unit pelayanan publik yang responsif dan serba bisa.

Namun demikian, kata Budi, evakuasi sarang tawon disebut sebagai tugas non-kebakaran yang paling mendominasi dalam laporan masyarakat.

Hingga bulan Mei 2025 jumlah laporan evakuasi sarang tawon bisa mencapai ratusan kasus, yang dianggap berbahaya karena risiko sengatan terhadap warga.

“Kami siap, namun sebatas meringankan dan jika ada yang darurat, tim akan diturunkan lebih banyak. Kalau untuk tawon paling sedikit 3 orang diturunkan untuk menindaklanjuti laporan yang ada,” rincinya.

Dalam praktiknya, proses evakuasi ini dilakukan pada malam hari atau menjelang pagi ketika koloni tawon dalam kondisi tenang. Petugas menggunakan perlengkapan pelindung khusus dan peralatan teknis agar proses penanganan berlangsung aman, baik untuk petugas maupun warga,” ungkapnya.

Pemadam Kebakaran juga sering menerima kunjungan sekolah- sekolah untuk mempraktekkan cara memadamkan api. Mayoritas adalah dari sekolah TK. Mereka mendatangi kantor kami meminta para petugas damkar mempraktekkan penyemprotan air melalui mobil Damkar,” katanya.

Peningkatan jumlah kegiatan tersebut menunjukkan bahwa fungsi Damkar kini makin relevan dalam konteks perlindungan keselamatan warga secara menyeluruh, tak hanya saat terjadi kebakaran. Bahkan, mereka kerap menjadi unit pertama yang dihubungi masyarakat saat mengalami kesulitan teknis yang berisiko terhadap keselamatan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat Purworejo, jika diwilayahnya ada hal seperti disebutkan diatas, bisa menghubungi no 112/0275-324219 atau langsung ke kantor kami di no 082136331113, kami langsung merespon tidak sampai 15 menit,” pungkasnya. (Kun)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *