Rakyatmerdekanews.co.id, Bireun – Anggota DPRK Bireuen dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Hasanuddin, melaksanakan kegiatan reses masa persidangan ke-III tahun 2024–2025 dengan menggelar pertemuan bersama para kepala sekolah dan guru PAUD/TK se-Kecamatan Jeumpa. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (31/5/2025) di Aula TK Raihan, Desa Cot Keutapang, itu menjadi ruang dialog hangat dan penuh empati antara wakil rakyat dan para pejuang pendidikan anak usia dini.
Dalam suasana akrab dan sarat makna, Hasanuddin menyerap langsung berbagai aspirasi dan keluhan yang disampaikan oleh para pendidik. Mulai dari persoalan kesejahteraan guru honorer, keterbatasan sarana prasarana pendidikan, hingga kebutuhan pengembangan kapasitas guru, menjadi bahasan utama dalam pertemuan tersebut.
“Pendidikan anak usia dini bukan sekadar tahapan belajar, tetapi awal dari pembentukan karakter, moral, dan nilai kemanusiaan. Jika kita ingin bangsa ini tumbuh besar dan kuat, maka tanamkan nilai itu sejak usia dini,” ujar Hasanuddin dalam sambutannya yang disambut hangat para peserta.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan suara para guru PAUD dan TK dalam forum legislatif demi mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia juga mengibaratkan para guru sebagai “arsitek kehidupan” yang meletakkan fondasi moral dan intelektual bagi generasi mendatang.
“Guru PAUD dan TK bukan hanya pengajar, mereka adalah penanam cinta dalam jiwa anak-anak kita. Mereka menyalakan lentera nilai, membentuk karakter, dan menjadi bagian awal dari perjalanan panjang masa depan anak-anak bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala TK Fadhilah dari Desa Kuala Jeumpa, Wardatul Jannah, mewakili para guru menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Hasanuddin.
“Kami sangat tersentuh dan bersyukur atas kepedulian ini. Di lapangan, kami menghadapi banyak kendala, seperti keterbatasan alat bermain edukatif, minimnya dukungan anggaran, hingga belum jelasnya status kepegawaian yang berdampak pada karier kami,” ucapnya haru.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum reses, tetapi juga forum silaturahmi dan kolaborasi antara legislatif dan dunia pendidikan. Para guru berharap, pendidikan anak usia dini dapat menjadi prioritas dalam agenda pembangunan Kabupaten Bireuen, tidak hanya dari segi kebijakan, tetapi juga dalam bentuk dukungan nyata.
Mengakhiri kegiatan, Hasanuddin menyampaikan pesan yang menggugah hati:
“Anak-anak adalah jiwa murni yang akan mewarisi arah bangsa. Jika kita gagal mencintai dan mempersiapkan mereka sejak dini, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan. Mari kita muliakan guru, karena dari merekalah cahaya pertama peradaban menyala.”
Dengan semangat kolaboratif dan niat tulus membangun masa depan generasi, kegiatan reses ini ditutup dalam suasana haru, penuh harapan akan lahirnya perubahan positif bagi dunia pendidikan anak usia dini di Bireuen.
(Hendra)






