Gelorakan Semangat ‘Satu Darah Satu Jasad’, TUAH ALAM Kukuhkan Marwah Melayu di Bathin Solapan

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis – Gemuruh suara memecah kesunyian di Jalan Sultan Syarif Kasim, Desa Tambusai Batang Dui, Kecamatan Bathin Solapan. Selasa (24/02/2026) menjadi saksi bisu penguatan fondasi perjuangan organisasi Tuah Aliansi Anak Melayu (TUAH ALAM) yang secara resmi memperkenalkan yel-yel sekaligus filosofi dasar pergerakan mereka.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Sekretariat RT 03/RW 07 tersebut bukan sekadar seremoni biasa, melainkan momentum bagi seluruh kader untuk menyatukan barisan.

Ketua Umum TUAH ALAM, Fredi Noza, yang akrab disapa Kincai, hadir langsung memimpin prosesi pengukuhan identitas baru tersebut.

Suasana seketika berubah khidmat saat Fredi Noza berdiri dengan sorot mata tajam namun teduh. “Tuah Aliansi Anak Melayu: Satu Darah Beradat, Satu Jasad Berlandaskan Tanah!” teriaknya membakar semangat.

Pernyataan itu langsung disambut oleh puluhan anggota dengan teriakan serempak yang menggetarkan ruangan, “SATU DARAH, SATU JASAD!”. Dengan tangan kanan mengepal kuat di dada kiri, para anggota seolah menegaskan bahwa sumpah ini tersimpan rapat dalam jantung marwah mereka.

Pekikan legendaris “Takkan Melayu Hilang di Bumi!” dan gema Takbir menyempurnakan deklarasi tersebut.

Usai prosesi, Fredi Noza memaparkan secara mendalam makna dibalik narasi yel-yel yang ia gubah. Baginya, “Satu Darah Beradat” adalah pesan bahwa solidaritas Melayu tidak boleh liar; ia harus dikendalikan oleh etika dan hukum adat yang luhur.

“Menjadi Melayu adalah menjadi orang yang berbudaya. Darah boleh mendidih dalam membela kebenaran, tapi adab harus tetap dijunjung tinggi,” tegas Fredi kepada awak media.

Terkait frasa “Satu Jasad Berlandaskan Tanah”, tokoh yang dikenal santun ini menjelaskan pentingnya rasa empati kolektif. Ia mengibaratkan organisasi sebagai satu tubuh jasmani; jika satu bagian merasa perih, maka seluruh raga takkan bisa tenang.

“Perjuangan kami berlandaskan tanah. Ini berarti menjaga marwah tanah air (geopolitik) sekaligus pengingat tentang kerendahan hati. Kita berasal dari tanah dan akan kembali ke sana,” tambahnya.

Bagi TUAH ALAM, slogan baru ini adalah komitmen operasional di lapangan. Bukan sekadar jargon, melainkan janji untuk setia kepada kawan, tunduk pada tata krama, dan berbakti sepenuhnya pada tanah leluhur.

Kehadiran organisasi ini di Bengkalis diharapkan mampu menjadi benteng pelestari budaya sekaligus motor penggerak kegiatan sosial yang positif bagi masyarakat luas. Dengan semangat “Satu Darah, Satu Jasad”, TUAH ALAM siap menuliskan tinta emas pengabdian di bumi Melayu.(FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *