Rakyatmerdekanews.co.id, Sambas Kalbar – DPRD Kabupaten Sambas melakukan kunjungan kerja dalam rangka konsultatif ke Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) di Pontianak beberapa waktu lalu.
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Sambas H.Abu Bakar.S.Pd.I.,guna memperkuat sistem pengelolaan dan menjaga kelestarian kawasan hutan mangrove diwilayah pesisir Kabupaten Sambas.
Ia menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen DPRD Sambas dan kepedulian terhadap pemanfaat yang merupakan lahan penghasilan ekonomi bagi masyarakat pesisir yang tinggal di sekitaran kawasan hutan mangrove tersebut.
Sebagaimana disampaikan ketua DPRD Sambas H.Abu bakar.S.Pd.I. pada media ini (4/3), “Baru-baru ini kami berkunjung ke Pontianak untuk berkonsultasi dengan Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (PEGM), guna memperkuat koordinasi sekaligus menyelaraskan program Pusat, provinsi dan daerah terkait pengelolaan dan pelestarian hutan mangrove, khususnya di wilayah Kabupaten Sambas,” jelasnya.

Ketua DPRD Sambas H.Abu bakar.S.Pd.I. juga menambahkan, “alhamdulillahi… Pada moment tersebut, kita rombongan DPRD Sambas menerima penjelasan dari Kepala BPEGM Pontianak mengenai berbagai kebijakan dan program yang telah dijalankan, Pihak balai juga menyatakan kesiapan mendukung pemerintah daerah dan DPRD Sambas melalui pendampingan, pembinaan, serta kerja sama lintas sektor guna menjaga kelestarian mangrove yang ada diwilayah kabupaten Sambas. Selain itu, DPRD Sambas juga memperoleh sejumlah masukan teknis terkait kebijakan, rehabilitasi kawasan, serta pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan.
Mereka juga menyampaikan berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi daerah, mulai dari perlindungan lingkungan, pemanfaatan kawasan mangrove, hingga pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah tersebut; kita juga berharap upaya kunker ini menjadi langkah bersama dalam mempertahankan keberadaan hutan mangrove di Kabupaten Sambas, mengingat sejumlah kawasan pesisir di daerah tersebut memiliki ekosistem mangrove yang perlu dijaga”. Paparnya.
(Doel)






