Curi Perhatian Lewat Aksi Gendang di Ruang Seni Siswa Anjungan Sarinah

Jakarta-RMNews:Muhammad Zinsky Rainavan Rizqullah, siswa SMAN 3 Teladan Setia Budi, Jakarta Selatan mencuri perhatian dengan aksi memainkan gendang dalam gelaran Ruang Seni Siswa di anjungan Sarinah Jakarta Pusat, Jumat sore (25/7).

Zinsky tampil di antara ratusan pelajar lainnya memukau lewat kepiawaiannya memainkan gendang dalam pertunjukan gambang kromong, musik tradisional khas Betawi. Ia tampil bersama kelompok musik tradisional sekolahnya dan sukses menyihir penonton dengan ketukan ritmis dan semangat yang mengalir dari panggung ke penonton.

Penonton, yang terdiri dari pelajar, guru, orang tua, dan pengunjung Sarinah, memberikan tepuk tangan meriah saat pertunjukan usai. Tidak sedikit yang mengabadikan momen tersebut lewat kamera ponsel, membuktikan bahwa tradisi masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda.

Zinsky memang bukan nama asing dalam dunia seni budaya Betawi di Jakarta. Ia kerap tampil di berbagai festival lokal dan aktif dalam komunitas pelestari budaya. Penampilannya kali ini pun menjadi bukti bahwa anak muda Jakarta masih punya gairah besar terhadap kesenian daerah.

Kegiatan Ruang Seni Siswa ini dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, sebagai bagian dari inisiatif Pemprov DKI dalam menyediakan ruang ekspresi seni yang positif dan inklusif bagi pelajar.

“Kegiatan ini dilaksanakan di ruang-ruang terbuka agar para pelajar bisa menyalurkan kreativitasnya secara bebas,” ujar Pramono dalam sambutannya.

Tak hanya di Sarinah, kegiatan serupa digelar serentak di berbagai taman kota di lima wilayah Jakarta. Para siswa menampilkan beragam karya, mulai dari pembacaan puisi, tari tradisional, musik kontemporer, hingga pertunjukan teater mini.

Melalui kegiatan ini, Pemprov DKI Jakarta berharap mampu membuka lebih banyak ruang kreatif bagi generasi muda, mendorong pelestarian budaya lokal, serta memperkuat karakter pelajar Jakarta lewat seni.

Zinsky dan teman-temannya membuktikan bahwa seni bukan sekadar hiburan, tapi juga bahasa persatuan, ekspresi jati diri, dan bentuk penghormatan terhadap akar budaya yang harus terus dijaga dan dirayakan. (ips)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *