Buka Bersama Keturunan Ustadz Basirin: Meneladani Nasihat Sang Ulama Lewat Doa dan Silaturahmi Lintas Generasi

Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Mandau – Suasana hangat dan penuh khidmat menyelimuti Cafe RASA di Jalan Desa Harapan, Kecamatan Mandau, pada Minggu (7/3/2026).

Puluhan anggota keluarga besar keturunan almarhum Ustadz Basirin berkumpul dalam acara buka puasa bersama yang istimewa, mempertemukan tiga generasi sekaligus: anak, sepupu, hingga cucu dan cicit.

Acara ini bukan sekadar jamuan makan biasa, melainkan sebuah misi besar untuk merawat ingatan terhadap sosok Alm. Ustadz Basirin, tokoh agama era 60-an di Mandau yang dikenal gigih berdakwah.

Sosok almarhum yang berasal dari Minang Payakumbuh (Suliki) ini memiliki sejarah panjang di tanah Duri, di mana beliau mempersunting almarhumah Asmah, seorang wanita berdarah perpaduan Melayu Sakai Kubu dan Suku Bonai.

Kehadiran para ahli waris dalam acara ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur. Setiap keluarga inti diwakili oleh anak dan cucu mereka. Terlihat hadir Fredi Noza (Kincai) yang merupakan cucu dari anak perempuan pertama almarhum, Ibu Aidawati.

Turut hadir perwakilan dari garis keturunan almarhum El Citra (Ali Zamril) melalui cucunya, Yolanda Elsi. Keluarga Ibu Ellyarni, anak perempuan keempat, diwakili oleh cucu laki-laki Raka Bintang Beyhaqi dan cucu perempuan Luna Oktavia. Sementara itu, keluarga Ibu Nurbaitun, anak bungsu perempuan, diwakili oleh cucu-cucu perempuan mereka, Shasqia (Bunga) dan Szeliqa.

Kelancaran acara ini tak lepas dari dukungan penuh Junaidi, anak laki-laki bungsu dari almarhum Ustadz Basirin, yang memastikan seluruh keluarga besar tetap solid dan kompak dalam balutan busana muslim senada.

“Junaidi menyampaikan rasa syukurnya, “Melihat anak-anak dan cucu berkumpul dengan busana seragam adalah kebahagiaan luar biasa. Ini adalah amanah dari almarhum orang tua kami untuk selalu menjaga silaturahmi tanpa memandang jarak dan kesibukan.”

Memasuki pukul 17.00 WIB, acara dimulai dengan registrasi dan reuni santai yang penuh canda tawa. Namun, suasana berubah menjadi haru saat sesi “Kilas Balik & Berbagi Kisah”. Perwakilan tiap keluarga secara bergantian menceritakan nasihat khas dan pesan dakwah yang selalu ditekankan oleh sang Ustadz semasa hidupnya.

“Acara ini adalah cara kami merawat nilai-nilai keagamaan yang telah ditanamkan kakek kami sejak era 60-an. Kami ingin warisan ilmu dan kasih sayang ini tidak putus di generasi kami,” ungkap perwakilan keluarga.

Setelah doa bersama yang dipimpin oleh generasi muda, seluruh keluarga berbuka puasa dengan ta’jil dan dilanjutkan dengan Shalat Maghrib berjamaah. Kemeriahan berlanjut dengan makan malam prasmanan yang menambah keakraban antar sepupu yang mungkin jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.

Menutup rangkaian acara, Fredi Noza (Kincai) menyampaikan pesan menyentuh bagi seluruh keluarga besar. Beliau berharap agar tali silaturahmi ini tetap terjaga kuat meski zaman terus berubah.

“Semoga keluarga besar keturunan Ustadz Basirin selalu dalam lindungan Allah, tetap rukun, dan anak cucu kita tidak lupa akan sejarah serta jati diri mereka sebagai keturunan seorang pendidik umat,” tutupnya sebelum sesi foto bersama dilakukan berdasarkan urutan silsilah keluarga.

Pertemuan ini menjadi bukti bahwa jarak dan waktu tidak mampu melunturkan ikatan darah, terutama ketika diikat oleh nilai-nilai agama dan hormat kepada orang tua.(FN)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *