Rakyatmerdekanews.co.id, Sambas Kalbar – BPN Sambas gelar Sosialisasi Pembuatan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT) Integrated Land Administration dan Spatial Planning (ILASP) di Kabupaten Sambas Tahun Anggaran 2025, yang dilaksanakan di Aula Kantor Bupati Sambas.Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Sambas yang diwakili oleh Asisten I Pemerintah Daerah Sambas serta pejabat dilingkungan Pemerintah daerah Kabupaten Sambas, Camat se-Kabupaten Sambas, PPAT dan Lembaga Perbankan di Kabupaten Sambas; acara ini dilaksanakan guna menindaklanjuti surat Direktorat Jenderal pengadaan tanah dan pengembangan pertanahan mengenai hal pemberitahuan kegiatan pembuatan peta zona nilai tanah tahap II di provinsi Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Sambas dengan skala 1:25.000, nomor: B/PT.03.02/90-600.27/XI/2025 tanggal 06 November 2025 seluas 270.000 hektar TA.2025. 12/11/2025.
Sebagaimana disampaikan Kepala kantor Pertanahan Kabupaten Sambas Retno Gunadi.S.SitT.M.M. melalui Kasubag TU Budi Santoso pada media ini 12/11/2025,”bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada seluruh wilayah kabupaten Sambas guna pembuatan peta zona nilai tanah seluas 270.000 hektar, sehingga meminta pada pemerintah daerah kabupaten sambas terutama melalui seluruh camat dan kepala desa, agar dapat bekerjasama dan berkoordinasi dengan tim yang akan ke lapangan”. Katanya.

Budi juga menambahkan, “Hal yang sama juga disampaikan oleh Bapak Asisten I, agar pelaksanaan kegiatan ini harus didukung dan kerjasama semua pihak saat tim ini ke lapangan”. Tegasnya.
Lanjutnya, “Pembuataan Peta ZNT ini, juga disampaikan olah Kasubdit Pendayagunaan Ekonomi Pertanahan Direktorat Penilaian Tanah dan Ekonomi Kementerian ATR/BPN, “berbeda dengan pajak atau PAD yang sering kita dengar. Peta ZNT merupakan informasi harga pasar sedangkan penetapan pajak atau PAD merupakan kebijakan fiskal dari Pemerintah Daerah. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan oleh PT.Geotrav Bhuana Survei Bandung; ini dimulai besok di Kabupaten Sambas, jadi mohon bantuan para camat dan kapela desa agar dapat meneruskan informasi ini pada masyarakat di wilayahnya agar tidak ada salah paham, ketika ada surveyor dan tim melaksanakan observasi mengenai nilai tanah masyarakat dilokasi yang didatangi”. demikian tambah Bapak Kasubdit.
Melengkapi kegiatan ini, disampaikan materi oleh Tim Pelaksana dari PT.Geotrav Bhuana Survei, “bahwa Peta ZNT ini menyiapkan cakupan Peta ZNT secara nasional dan wilayah Kabupaten Sambas tahun 2025 ditargetkan 100%, meningkatkan kualitas informasi nilai tanah, berpotensi meningkatkan penerimaan PNBP layanan pertanahan dan menyediankan informasi Geospasial Tamatik”. Jelasnya sembari menyudahi.
(Doel)






