Arus Mudik Lebaran, Terminal Kali Deres Siapkan Posko Terpadu dan Bus Cadangan

Rakyatmerdekanews.co.id, Jakarta – Manajemen Terminal Tipe A Kali Deres mulai mematangkan langkah antisipatif menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini dengan menyiapkan Pos Terpadu Pemantauan Arus Mudik yang akan beroperasi penuh selama periode pergerakan penumpang.

Kepala Terminal (Kater) Kali Deres, Nur Prasetyo, mengatakan pos terpadu tersebut disiapkan sebagai pusat koordinasi lintas lembaga sekaligus kanal pelayanan bagi masyarakat yang mengalami kendala selama perjalanan mudik.

Menurutnya, pos terpadu akan diisi unsur gabungan dari berbagai institusi, antara lain TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, organisasi kemasyarakatan, hingga Pramuka. Keterlibatan berbagai pihak tersebut bertujuan memastikan pengawasan, keamanan, serta pelayanan terhadap penumpang berjalan secara terpadu dan responsif.

“Pos terpadu ini kami siapkan sebagai pusat pemantauan sekaligus pelayanan bagi masyarakat. Selain untuk koordinasi antar-instansi, pos ini juga menjadi sarana pengaduan apabila penumpang menghadapi kesulitan akses atau kendala selama perjalanan mudik,” ujar Prasetyo.

Berdasarkan pemetaan sementara pengelola terminal, dinamika arus pergerakan penumpang diperkirakan akan mengalami fluktuasi pada beberapa fase menjelang Hari Raya Idulfitri.

Prasetyo menjelaskan, arus mudik diprediksi mulai meningkat sekitar 13 hingga 14 hari sebelum Lebaran, seiring dimulainya masa libur bagi sebagian pekerja maupun pelajar.

Namun pada 15 hingga 16 hari sebelum Lebaran, intensitas pergerakan penumpang diperkirakan mengalami penurunan sementara.

“Lonjakan berikutnya diprediksi kembali meningkat menjelang H-3 Lebaran, sekitar tanggal 17 hingga 18, sehingga kami akan meningkatkan kesiapsiagaan pada periode tersebut,” jelasnya.

Pola pergerakan tersebut merupakan hasil evaluasi dari tren arus mudik pada tahun-tahun sebelumnya yang menunjukkan adanya dua gelombang besar pergerakan masyarakat menuju daerah asal.

Mengacu pada data operasional tahun sebelumnya, Terminal Kali Deres mencatat sekitar 24.720 penumpang menggunakan layanan bus antarkota dan antarprovinsi selama periode mudik Lebaran 2025.

Untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan mobilitas masyarakat tahun ini, pengelola terminal juga menyiapkan sejumlah langkah mitigasi pelayanan, termasuk penyediaan bus bantuan (bus cadangan) guna mengantisipasi lonjakan penumpang secara mendadak.

“Bus bantuan sudah kami siapkan agar tidak ada penumpang yang terlantar apabila terjadi lonjakan permintaan perjalanan,” ujarnya.

Selain itu, fasilitas terminal juga diperkuat dengan peningkatan kapasitas ruang tunggu, optimalisasi sistem informasi keberangkatan, serta pelayanan operasional 24 jam penuh selama masa arus mudik berlangsung.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kenyamanan sekaligus keselamatan para pemudik yang menggunakan transportasi darat berbasis bus.

Dalam kesempatan yang sama, Prasetyo juga mengimbau masyarakat agar mematuhi ketentuan naik turun penumpang di area terminal serta membeli tiket melalui loket resmi yang telah ditentukan.

Ia menegaskan praktik naik turun penumpang di luar titik resmi berpotensi mengganggu ketertiban operasional terminal sekaligus membahayakan keselamatan penumpang.

“Kami mengimbau agar penumpang naik maupun turun bus di titik yang telah ditetapkan dan membeli tiket di loket resmi. Hal ini penting untuk menjaga ketertiban, keselamatan, serta memastikan penumpang mendapatkan layanan transportasi yang terjamin,” katanya.

Dengan kesiapan pos terpadu, dukungan lintas lembaga, serta penguatan fasilitas pelayanan, pengelola Terminal Kali Deres berharap mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran dapat berlangsung lancar, tertib, dan aman. (Ratna)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *