Anggaran Dana Revitalisasi Lapangan Gajah Mada Lamongan Jadi Sorotan Publik, Harus Diusut Tuntas

Rakyatmerdekanews.co.id, Lamongan — Proyek revitalisasi dan penataan landscape di kawasan Lapangan Gajah Mada, Lamongan, yang menghabiskan anggaran APBD 2025 sebesar Rp 924 juta, kini mendapat perhatian publik. Terlebih lagi ada indikasi dugaan mengalir ke oknum tidak bertanggung jawab.

Sebelumnya terjadi viral, sejumlah pohon Palm dan tanaman hias yang baru ditanam tampak mengering, bahkan beberapa di antaranya sudah mati, kondisi ini kontan saja menimbulkan dugaan adanya masalah dalam pelaksanaan maupun pengawasan proyek. Ditambah lagi ada dugaan dana pemeliharaan ada keterlibatan sejumlah oknum wakil rakyat.

Dari hasil pemantauan awak media di lokasi, kondisi taman yang seharusnya menjadi ikon baru Lapangan Gajah Mada justru terlihat memprihatinkan. Tanaman Palm, teh-tehan, hingga pretty pink yang menjadi bagian dari penataan kawasan banyak yang layu dan mengering. Dua pohon Palm bahkan sudah dipastikan mati, disinyalir anggaran perawatan tidak terserap.

Sekedar informasi, proyek ini berada di bawah kewenangan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kabupaten Lamongan dan dikerjakan oleh CV Alvira Cipta Lestari pemilik CV tersebut adalah orang dekat anggota dewan Fredy yang selama ini setiap ada program bantuan fisik acapkali di kerjakan oleh pihak CV Alvira Cipta Lestari.

Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK), proyek dimulai pada 9 Juli 2025 dengan target selesai 5 Desember 2025. Namun pada hari tenggat tersebut, pekerjaan masih berada pada tahap penyelesaian atau finishing.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman, Agus Pindo Basuki sebelumnya ketika di wawancarai oleh awak media menjelaskan bahwa penataan landscape meliputi pembangunan kolam, air mancur, pemasangan paving, serta penanaman pohon dan berbagai jenis bunga.

“Pekerjaan ini mencakup pembangunan kolam dan air mancur, penanaman 14 pohon Palm setinggi 4 meter, juga berbagai jenis tanaman hias serta pemasangan paving,” ujar Agus.

Terkait pohon Palm yang mati, Agus memastikan pihaknya akan melakukan pergantian.

Permasalahan tersebut mendapatkan reaksi dari Kampanye Sitanggang Ketua Umum Gerakan Anti Korupsi (GAK) ketika di konfirmasi Minggu,(5/04/2025) mengatakan,” usut tuntas dugaan aliran dana perawatan taman Gajah Mada yang di duga mengalir ke Ketua DPRD Lamongan, ada indikasi Data yang beredar saudara Fredi yang selama tahun 2022 sampe 2025 ada 11 titik dana perawatannya fiktif. Termasuk data tpt Desa Patalan dan Karang Tinggil.,” ujarnya.(Red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *