Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Riau – Bentrokan berdarah pecah antara warga pemukiman PT. SIS dan sekelompok orang tak dikenal di Jalan Pemda, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, pada Senin, 1 Desember 2025. Insiden yang dipicu oleh sengketa pengelolaan perkebunan sawit ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka. Pihak kepolisian masih mendalami insiden tersebut.
Menurut keterangan warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, konflik bermula ketika sekelompok orang tak dikenal berusaha mengambil alih pengelolaan perkebunan sawit PT. SIS secara paksa. Setelah gagal menembus pertahanan karyawan dan warga, kelompok tersebut kemudian memblokade Jalan Pemda, akses utama keluar masuk area perkebunan.
Pemalangan jalan ini memicu keresahan warga karena aktivitas sehari-hari mereka terganggu. Selain itu, puluhan ton buah sawit hasil panen tidak bisa diangkut, yang menimbulkan kekhawatiran buah akan membusuk dan mengancam mata pencaharian warga.
Suasana semakin memanas saat warga dan karyawan PT. SIS berupaya melintasi jalan yang diblokade untuk mengangkut hasil panen. Bentrokan pun pecah, diawali dengan saling lempar batu.
Seorang saksi mata, Mashuri alias Mas Kei, sempat mencoba bernegosiasi secara humanis dengan kelompok pemblokade jalan. “Kami ingin masuk. Apapun perihal masalahnya, selesaikan secara baik dan humanis. Namun, blokade tetap tidak dibuka,” jelas Mas Kei, yang akhirnya memilih mundur.
Setelah Mas Kei dan rekan-rekannya menjauh, bentrokan tak terhindarkan. Saksi mata melihat kelompok pemblokade jalan menyalakan petasan dan membakar ban bekas ke arah warga pemukiman PT. SIS.
Anggota kepolisian dari Polsek Mandau segera tiba di lokasi untuk mengamankan dan mengendalikan situasi.
Dua orang dari pihak yang berkonflik mengalami luka-luka dan segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Keduanya dilaporkan telah membuat laporan polisi di Polsek Mandau. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kedua korban bukan warga asli Kabupaten Bengkalis.
Pihak kepolisian kini masih mendalami motif di balik pemalangan jalan dan identitas kelompok yang terlibat. Perlu diketahui, konflik lahan yang melibatkan PT. SIS memang telah berlangsung beberapa waktu, seperti yang dilaporkan dalam pemberitaan sebelumnya.(FN)






