Rakyatmerdekanews.co.id, Purworejo – Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menggelar Festival Literasi Purworejo 2025. Kegiatan tersebut dilaksanakan di halaman Gedung Perpustakaan Umum Kutoarjo mulai tanggal 8 hingga 18 Agustus 2025.
Kegiatan itu secara resmi dibuka oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti pada Senin (11/8/2025). Bersamaan dengan acara tersebut dilakukan pula pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan dan peluncuran logo baru branding perpustakaan.
Hadir pula dalam acara tersebut Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setyobudi, Plt. Sekda R.Achmad Kurniawan, Para Kepala dinas Perpustakaan se- eks Karesidenan Kedu, para wakil bunda litersi kecamatan se- Kabupaten Purworejo, forkompicam dan sejumlah tamu ndangan lainya.
Dalam sambutanya Kepala dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Purworejo Stephanus Aan Isa Nugroho, menyampaikan bahwa acara kali ini mengangkat tema “Purworejo Berseri, Pinter Bocahe”, kata Aan .
“Festival ini menjadi bagian dari langkah besar dalam mendukung visi pembangunan Purworejo 2025–2030, yaitu menjadikan Purworejo sebagai daerah yang berdaya saing, sejahtera, religius, dan inovatif,” ujarnya.

Dia menyebut bahwa Branding baru itu bukan sekadar logo, tapi simbol gerakan bersama menuju masyarakat yang lebih cerdas, inklusif, dan melek literasi.
“Logo baru perpustakaan ini mengusung filosofi sebagai pusat literasi, edukasi, dan inklusi, yang mencerminkan wajah baru gerakan literasi lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Menurutnya Branding dirancang melalui proses sayembara desain logo yang akhirnya diluncurkan secara resmi oleh Bupati sebagai lambang komitmen dan arah baru literasi daerah.
Selain itu, momen penting juga ditandai dengan pengukuhan Bunda Literasi Kecamatan, sebagai perpanjangan tangan gerakan literasi di tiap wilayah, sejalan dengan pengukuhan Bunda Literasi tingkat kabupaten beberapa waktu lalu, di mana Purworejo menjadi salah satu dari sembilan daerah di Jawa Tengah yang dipimpin langsung oleh bupatinya sebagai Binda Literasi.
Sesuai data terbaru, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Purworejo masih berada pada kategori sedang, dengan skor 78,32, jauh di bawah Kota Magelang yang mencapai nilai sempurna 100.Wisata
“Kita masih memiliki PR besar, terutama dalam ketercukupan koleksi perpustakaan yang baru 0,46 atau 46% dari standar nasional. Kekurangannya masih sekitar 841 ribu judul buku,” jelas Aan.
Oleh karena itu, kata Aan dinas menginisiasi gerakan menambah koleksi buku, termasuk buku-buku best seller yang bisa menarik minat baca masyarakat. Dalam festival ini juga dilaksanakan penandatanganan MoU Gerakan Membaca Sebulan Satu Buku (GEMA SEBUKU) antara Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan SD Mutiara Ibu sebagai pilot project.
Gerakan ini mendorong orang tua untuk membelikan buku bagi anaknya setiap bulan, kemudian membuat ringkasan atau resensi, dan buku tersebut akan ditukar dengan teman di bulan berikutnya sebelum akhirnya disumbangkan ke perpustakaan sekolah.
Beragam kegiatanpun digelar, mulai dari Lomba video konten literasi, Lomba resensi buku, Lomba pitutur, Pameran buku oleh 17 penerbit dari Gramedia dan Paguyuban Penerbit Yogyakarta, Pameran seni rupa, Bedah buku, workshop, talkshow, Nonton film bareng, Pentas seni, pameran UMKM dan partisipasi komunitas seperti Forum OSIS, seniman Purworejo, cosplay, Harpi melati, dan lainnya.Wisata
Acara pembukaan turut dimeriahkan dengan penampilan tari tradisional, pembacaan puisi, pertunjukan limbuk, dan penyerahan hadiah berbagai perlombaan.
Dengan semangat baru ini, Pemerintah Kabupaten Purworejo menunjukkan komitmen kuat untuk menjadikan literasi sebagai pondasi utama pembangunan manusia yang unggul,” pungkasnya.(Kun)






