Rakyatmerdekanews, Jakarta Timur – Semangat melestarikan seni dan budaya leluhur terus digaungkan oleh putra daerah Betawi. Kali ini, melalui deklarasi Komunitas Pelestarian Kesenian dan Kebudayaan Indonesia yang dikenal dengan nama KOPI SI BUDI, Aipda Budi Heri, P.SH., bertekad menghidupkan kembali warisan budaya Nusantara yang mulai tergerus perkembangan zaman.
Berlokasi di Taman Gembon, RT 005/RW 014, Asrama Brimob Cipinang Bawah, Jakarta Timur, komunitas ini hadir sebagai wadah pelestarian, pembelajaran, sekaligus pengembangan berbagai kesenian dan kebudayaan Indonesia, khususnya seni tradisional Betawi.
Salah satu kegiatan yang menjadi perhatian utama adalah pelestarian seni bela diri tradisional Betawi, yakni Maen Pukul aliran Cingkrik, yang dikembangkan melalui PSB Cingkrik Seliwa Abadi bersama Babe Uki Cingkrik dan Bang Budi Cingkrik.
Berawal dari Kecintaan terhadap Sejarah dan Budaya Betawi
Kecintaan Bang Budi terhadap sejarah dan kebudayaan Indonesia, khususnya budaya Betawi, telah mendorongnya untuk terjun langsung dalam upaya pelestarian seni tradisional.
Ketertarikannya terhadap dunia pencak silat tradisional juga membawanya terlibat dalam kepengurusan Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia pada bagian penelitian, pengembangan, dan komunikasi.
Ia juga aktif menulis artikel mengenai pencak silat tradisional di sejumlah situs yang membahas dunia persilatan, di antaranya Silat Indonesia dan Tangtungan.
Keprihatinan terhadap masih minimnya penelitian dan dokumentasi mengenai Maen Pukul Betawi menjadi salah satu alasan Bang Budi melakukan penelusuran sejarah serta mengumpulkan berbagai cerita dan tuturan lisan dari para pelaku maupun pewaris aliran silat tradisional Betawi.
Menurutnya, banyak pengetahuan tentang seni bela diri tradisional yang masih tersimpan di tengah masyarakat, termasuk di pelosok-pelosok wilayah Betawi. Jika tidak segera didokumentasikan dan diwariskan, bukan tidak mungkin kekayaan budaya tersebut perlahan akan hilang.
Sebagai putra Betawi, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi penerus.
Hadirkan Pembelajaran Seni dan Budaya Tanpa Biaya
Pendirian KOPI SI BUDI berangkat dari keinginan pribadi serta dorongan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Bang Budi ingin mengajak anak-anak dan generasi muda agar lebih mengenal, mencintai, serta memiliki keterampilan dalam berbagai bidang kesenian dan kebudayaan Indonesia.
Menariknya, program pembelajaran yang direncanakan komunitas ini akan diberikan tanpa dipungut biaya.
Pada tahap awal, terdapat dua kegiatan utama yang akan dikembangkan, yaitu:
Pencak Silat Maen Pukul Cingkrik Betawi, sebagai upaya menjaga eksistensi seni bela diri tradisional Betawi.
Musik Hadroh, sebagai sarana pembelajaran seni musik dan pengembangan kreativitas generasi muda.
Dalam pelaksanaannya, KOPI SI BUDI juga berupaya menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan dinas-dinas terkait serta para guru dan pelatih profesional yang memiliki pengalaman di bidangnya.
Melalui program tersebut, diharapkan anak-anak dan remaja tidak hanya mendapatkan keterampilan seni, tetapi juga memperoleh pendidikan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta terhadap budaya bangsa.
Bang Budi membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra-putrinya untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di KOPI SI BUDI.
Ia berharap keberadaan komunitas ini dapat menjadi ruang positif bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat, minat, serta kemampuan mereka tanpa terbebani biaya pendidikan seni.
Baginya, pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau para seniman, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Harapan saya, melalui komunitas ini, generasi muda semakin mengenal kebudayaan Indonesia, mencintai warisan leluhur.
(Kun)






