Rakyatmerdekanews, Istambul – Koperasi Pondok Pesantren Indonesia (Kopontren ID) terus berupaya memperkuat jaringan internasional dan menembus pasar dunia. Upaya tersebut sebagai bagian menyiapkan santri memiliki kualitas daya saing global.
“Alhamdulillah, kita sukses menuntaskan agenda kunjungan kerja Internasional selama empat hari di Istanbul, Turkiye. Rangkaian agenda tersebut mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU), penerimaan penghargaan kelembagaan, sampai menjadi narasumber utama di perguruan tinggi dan organisasi internasional bereputasi,” ujar Sekretaris Jenderal Kopontren ID, Bobby Arvian James dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Ia mengatakan pada hari pertama, dilakukan penandatanganan MoU beberapa pihak yang melibatkan Koperasi Pondok Pesantren Indonesia, Santri Mendunia, Universitas Islam Al-Kifayah Riau, dan Istanbul Gelisim University (IGU), Turkiye.
Menurutnya, kerja sama lintas lembaga ini menjadi landasan strategis dalam membuka peluang kolaborasi akademik, penelitian, pertukaran dosen dan mahasiswa. Bahkan, sampai dengan program akselerasi PraKerja Kopontren ID untuk penyaluran tenaga kerja santri profesional ke luar negeri.
Hari kedua, penganugerahan apresiasi dari pimpinan Istanbul Gelisim University kepada Santri Mendunia. Anugerah tersebut diberikan atas komitmennya dalam mempererat hubungan pendidikan dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Turki. Sekjen Kopontren ID juga berpartisipasi aktif dalam dua forum ilmiah utama.
“Pada hari ketiga, di Istanbul University kami hadir sebagai narasumber di salah satu perguruan tinggi tertua dan paling bereputasi di Turkiye untuk membagikan wawasan akademik. Selain itu, juga memperkenalkan kiprah intelektual akademisi Indonesia di kancah internasional,” terangnya.
Hari keempat, di Bab-i Alem International Student Association dirinya menyampaikan materi di hadapan wadah mahasiswa internasional Turki. Materi yang disampaikan tentang pengembangan kapasitas kepemimpinan pemuda serta penguatan jaringan mahasiswa global.
“Melalui kolaborasi ini, kami mendorong lahirnya Halal AI. Yaitu pengembangan teknologi AI kecerdasan buatan yang tetap menjunjung tinggi nilai, adab, dan etika pesantren. Santri tidak boleh hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi harus tampil sebagai arsitek peradaban digital,” katanya.
Bobby mengungkapkan bahwa diplomasi empat hari di Istanbul ini merupakan pijakan awal dari komitmen berkelanjutan Kopontren ID.
“Kami ingin membuka ruang seluas-luasnya bagi segenap sivitas akademika, khususnya santri dan pondok pesantren di Indonesia. Yaitu untuk berkiprah di tingkat internasional, meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas wawasan global,” katanya.
Menurutnya, inisiatif diplomasi akademik ini menegaskan posisi Kopontren ID sebagai wadah institusi pesantren yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Ke depan, Kopontren ID diproyeksikan menjadi _economic connector_ bagi ekosistem pesantren yang memberi manfaat nyata.
Ia menambahkan, bagi pesantren mampu membuka akses jaringan nasional dan internasional. Yaitu di bidang pendidikan, kemitraan bisnis, akses pembiayaan, adopsi teknologi, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
“Manfaat bagi santri mampu mengakselerasi kompetensi kewirausahaan, literasi digital, manajerial, dan keterampilan praktis. Tentunya, yang relevan dengan kebutuhan industri global, sekaligus membuka jalan studi lanjut dan karir profesional di kancah internasional,” ujarnya.
(Red)
Kopontren ID Jalin MoU dengan Universitas di Turkiye, Siapkan Santri Berdaya Saing Global






