Rakyatmerdekanews, Purworejo-Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) bukan sekadar ajang kompetisi untuk meraih kemenangan. Lebih dari itu, Popda menjadi momentum penting untuk menjaring dan membina bibit-bibit atlet potensial sejak usia dini.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum KONI Kabupaten Purworejo, Muhamad Abdullah, saat menghadiri pembukaan Popda Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (Wilcambidik) Banyuurip di Stadion Sarwo Edhi Wibowo (SEW), Sabtu (31/10/2026).
Menurut Abdullah, kompetisi olahraga di tingkat pelajar menjadi salah satu pintu awal bagi siswa untuk mengembangkan potensi dan meniti karier di dunia olahraga. Melalui Popda, bakat serta kemampuan siswa pada berbagai cabang olahraga (cabor) dapat terpantau sejak dini.
“Apalagi Popda tingkat pelajar merupakan usia efektif untuk memulai sebuah karier olahraga. Ini merupakan ajang pembibitan atlet berprestasi,” ungkap Abdullah.
Ia berharap, para siswa yang menunjukkan potensi dan memiliki kemampuan khusus pada cabang olahraga tertentu mendapat perhatian dari masing-masing cabor di bawah naungan KONI Purworejo. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh pembinaan secara berkelanjutan.
“Ini kesempatan KONI pada cabang-cabang olahraga untuk memantau Popda, sehingga bisa dididik lebih lanjut. Di kemudian hari, kita berharap mereka akan menjadi atlet yang berprestasi di usia emasnya,” lanjutnya.
Abdullah juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap bersemangat mengikuti rangkaian pembukaan meskipun hujan mulai mengguyur kawasan Stadion SEW. Baginya, antusiasme tersebut menjadi gambaran semangat para siswa dalam menyukseskan kegiatan olahraga pelajar.
Pembukaan Popda Wilcambidik Banyuurip tahun ini berlangsung meriah. Sebanyak kurang lebih 700 siswa dari 26 sekolah dasar (SD) turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Kem semarak acara semakin terasa melalui penampilan defile peserta yang terbagi dalam empat gugus, yakni Melati, Anggrek, Flamboyan, dan Mawar.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, turut mengapresiasi penyelenggaraan Popda yang diinisiasi Korwilcambidik Banyuurip bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) dan orang tua/wali siswa.
Menurutnya, kreativitas dalam pelaksanaan pembukaan menjadi pengalaman sekaligus motivasi tersendiri bagi anak-anak untuk mengikuti kompetisi olahraga.
“Pembukaan yang penuh kreativitas ini, walaupun cuaca hujan, memberikan motivasi dan juga spirit tersendiri, serta kenangan untuk anak-anak yang ikut dalam Popda,” kata Yudhie.
Sementara itu, Penasehat KKG Banyuurip, Sugiyanto, menyampaikan bahwa Popda Kecamatan Banyuurip tahun ini diikuti 26 sekolah, terdiri atas 25 SD negeri dan satu SD swasta.
“Ada 26 SD yang ikut dalam Popda Kecamatan Banyuurip, yakni 25 SD negeri dan satu SD swasta,” jelasnya di sela-sela kegiatan.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, terdapat 12 cabang olahraga yang dipertandingkan. Cabang tersebut meliputi sepak bola, bola voli, sepak takraw, bola tangan, bulu tangkis, pencak silat, petanque, catur, tenis meja, renang, futsal, dan bola basket.
Rangkaian pertandingan Popda dijadwalkan berlangsung mulai 31 Oktober hingga 20 November 2026. Selanjutnya, kegiatan akan ditutup pada 30 November 2026 melalui upacara penutupan sekaligus penyerahan penghargaan kepada para atlet berprestasi.
“Kegiatan mulai pembukaan tanggal 31 Oktober, dilanjutkan sampai tanggal 20 November. Terakhir tanggal 30 November berupa upacara penutupan sekaligus penyerahan penghargaan bagi atlet yang berprestasi,” pungkas Sugiyanto.
Melalui penyelenggaraan Popda ini, diharapkan semakin banyak potensi atlet muda Purworejo yang terjaring dan memperoleh kesempatan pembinaan. Dengan dukungan sekolah, orang tua, serta organisasi olahraga, bibit-bibit potensial tersebut diharapkan mampu berkembang menjadi atlet berprestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Purworejo.
(Kun)






