Rakyatmerdekanews.co.id, Bengkalis Duri – Sebuah drama kemanusiaan yang menguras emosi publik terjadi di Kelurahan Air Jamban, Kecamatan Mandau, Duri, Kabupaten Bengkalis pada hari ini, Sabtu (17 Oktober 2026). Jenazah seorang warga sempat tertahan dan dilarang dibawa ke rumah duka oleh pengurus lingkungan karena adanya acara resepsi pernikahan (pesta), sebelum akhirnya berhasil dievakuasi di tengah guyuran hujan lebat dan kini telah disemayamkan.
Peristiwa pilu ini bermula saat salah seorang warga RT/RW 05/03 dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit pada pukul 12:30 WIB. Mendengar kabar duka tersebut, Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza, yang akrab disapa Kincai, langsung meluncur ke lokasi untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus mendampingi pihak keluarga.
Namun, setibanya di lokasi, Fredi Noza justru menerima laporan mengejutkan dari Ketua RT 05 dan Ketua RW 03 Kelurahan Air Jamban. RT mendatangi rumah sakit. Pihak pengurus lingkungan menyatakan bahwa jenazah almarhum tidak diperbolehkan dibawa masuk ke rumah duka saat itu karena jalan gang utama sedang ditutup total oleh tenda hajatan pesta pernikahan salah seorang warga.
Merespons penolakan tersebut, Fredi Noza mencoba meninjau situasi dengan kepala dingin. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, meskipun gang utama terhalang pesta pernikahan, sebenarnya masih ada akses jalan alternatif melalui sisi gang lain yang bisa dilewati untuk mengantar jenazah.
Solusi tersebut langsung disampaikan Fredi kepada pihak RT dan RW. Namun, proses mediasi berjalan sangat alot. Pengurus RT dan RW setempat tetap bersikukuh melarang jenazah dibawa pulang dengan alasan jarak antara lokasi pesta pernikahan dan rumah duka terlalu dekat, yaitu hanya berkisar 15 meter.
Bahkan, dalam perdebatan yang kian menegang tersebut, Ketua RW sempat memohon kepada Fredi Noza agar jenazah baru dibawa ke rumah duka pada pukul 00:00 WIB tengah malam, dengan asumsi acara pesta sudah selesai. Sebagai alternatif lain, pengurus lingkungan menyarankan agar jenazah diletakkan atau dititipkan sementara waktu di rumah saudara almarhum yang lain.
Mendengar opsi yang dinilai mengabaikan urgensi fardhu kifayah dan hak almarhum, Fredi Noza langsung memberikan satu jawaban filosofis yang mendalam sekaligus menohok nurani pengurus lingkungan.
“Kita manusia berasal dari tanah dan akan balik ke tanah,” tegas Fredi Noza kepada RT dan RW.
Tanpa membuang waktu lagi, Fredi Noza langsung mengambil tindakan tegas demi kehormatan jenazah. Tepat saat itu, langit Duri tumpah dan hujan turun dengan selebat-lebatnya. Di bawah guyuran hujan yang sangat deras, ambulans pengangkut jenazah mulai bergerak maju.
Pemandangan heroik pun terjadi di jalanan Kelurahan Air Jamban. Di tengah badai hujan lebat, Ketua Umum Tuah Aliansi Anak Melayu, Fredi Noza, menunggangi sepeda motornya secara langsung di depan ambulans, menerobos hujan demi mengawal dan memastikan jenazah warganya bisa sampai ke rumah duka tanpa ada penghadangan lagi.
Melihat ketegasan aksi nyata dan kalimat menohok dari tokoh Melayu tersebut, hati pengurus RT dan RW seketika bergetar dan tersadar. Menyadari kekeliruan mereka, Ketua RT dan RW langsung bertindak cepat secara kooperatif di lapangan. Mereka bersama warga langsung bergotong-royong mendirikan tenda kemalangan serta menyusun kursi di depan rumah duka.
Tepat pada pukul 16:30 WIB, di tengah hujan deras, ambulans bersama kawalan Fredi Noza berhasil tiba di lokasi. Hingga berita ini diturunkan, jenazah almarhum kini telah berada dan disemayamkan di dalam rumah duka. Suasana haru dan khidmat menyelimuti rumah duka seiring dengan kedatangan para pelayat dari kerabat maupun warga sekitar yang datang memberikan penghormatan terakhir sebelum prosesi pemakaman dilakukan.
Di sela-sela waktu takziah di rumah duka, Fredi Noza selaku perwakilan keluarga memperlihatkan kebesaran hatinya dengan menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah membantu meredam situasi.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama Ketua RT, Ketua RW, serta seluruh warga dalam melaksanakan fardhu kifayah ini. Kami dari pihak keluarga juga memohon maaf yang setulus-tulusnya kepada RT, RW, dan seluruh warga, apabila almarhum semasa hidupnya ada berbuat salah atau khilaf,” pungkas Fredi Noza dengan bijak dari rumah duka. (FN)






