Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Pilar Saga Ichsan, meminta pengelola instalasi Water Treatment Plant (WTP) Perumahan Serpong Lagoon segera menyediakan pasokan air bersih alternatif bagi warga. Langkah tersebut diperlukan menyusul kasus muntah dan diare (muntaber) yang diduga berkaitan dengan kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli) pada air yang didistribusikan.
Permintaan itu disampaikan Pilar saat bertemu warga bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di Perumahan Serpong Lagoon, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Kamis (15/10/2026).
Pilar menegaskan, pengelola harus bertanggung jawab memenuhi kebutuhan air bersih warga selama proses perbaikan instalasi pengolahan dan jaringan distribusi berlangsung.
“Dengan adanya permasalahan ini, pihak pengelola harus ikut bertanggung jawab memberikan distribusi air bersih, entah dari mana. Yang penting standar mutu bakunya terpenuhi,” ujar Pilar.
Menurutnya, penyediaan air bersih alternatif perlu diawasi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk memastikan kualitas air memenuhi standar kesehatan.
Sementara itu, penggunaan air dari WTP Serpong Lagoon diminta dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan memastikan air tersebut memenuhi persyaratan kualitas.
Pemerintah Kota Tangsel melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang juga akan mengevaluasi instalasi untuk memastikan sumber persoalan, baik yang berkaitan dengan proses pengolahan air maupun jaringan distribusi.
Pengelola diminta melakukan pembersihan dan desinfeksi instalasi, mengoptimalkan proses klorinasi, serta memeriksa jaringan pipa untuk mengidentifikasi kemungkinan kebocoran yang dapat menyebabkan kontaminasi.
Pilar menegaskan, pembenahan tidak boleh dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh dan berorientasi pada penyelesaian jangka panjang.
“Saya di sini karena peduli terhadap semua, terutama warga kami. Maka dari itu, duduk bersama dengan Dinas Cipta Karya untuk mengecek apakah ada saluran yang bocor atau tidak,” katanya.
Selain perbaikan teknis, Pilar meminta pengelola menyelesaikan persyaratan administrasi dan bersikap terbuka kepada pemerintah daerah terkait berbagai kendala yang dihadapi.
Ia mengungkapkan, opsi kerja sama dengan Perumda Tirta Pakuan/PAM sebelumnya telah dibahas, tetapi belum mencapai kesepakatan.
Menurut Pilar, perbaikan WTP harus mencakup seluruh tahapan, mulai dari proses pengolahan air hingga pendistribusian melalui jaringan pipa ke rumah warga. Pengelola juga harus memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar kualitas air yang berlaku.
“WTP ini bisa dibenahi secara total. Bukan pembenahan sedikit-sedikit, tetapi secara menyeluruh, mulai dari pengolahan air sampai pendistribusian dan jalur pemipaannya. Itu harus diperbaiki sesuai standar,” tegasnya.
Hasil Pemeriksaan Temukan E. coli pada Tiga Sampel Air
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Tangsel bersama Puskesmas Keranggan telah melakukan penyelidikan epidemiologi dan mengambil tiga sampel air untuk diperiksa di laboratorium.
Hasil pemeriksaan menunjukkan angka E. coli sebesar 14 pada sampel reservoir WTP, 660 pada sampel air dari rumah warga yang menggunakan filter, dan 956 pada sampel air dari rumah warga tanpa filter.
Hasil tersebut menunjukkan adanya E. coli pada ketiga sampel yang diperiksa. Namun, sumber dan jalur kontaminasi masih perlu ditelusuri lebih lanjut melalui pemeriksaan instalasi pengolahan, sumber air baku, serta jaringan perpipaan menuju rumah warga.
Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengidentifikasi titik kontaminasi sekaligus menjadi dasar perbaikan agar pasokan air yang diterima warga kembali memenuhi persyaratan kesehatan. (Ratna)






