Rakyatmerdekanews.co.id, Tangsel — Persoalan akses jalan yang disebut warga telah tertutup sejak sekitar 1995 kembali menjadi sorotan. Puluhan warga RT 06/01, Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat Timur, Tangerang Selatan, mengeluhkan sulitnya menggunakan akses jalan yang berbatasan dengan wilayah RT 07 tersebut.
Keluhan warga kembali mencuat pada Sabtu (19/9/2026). Warga berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) turun langsung ke lokasi untuk memastikan status dan fungsi jalan sekaligus mencari solusi atas persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Salah seorang warga, Adong, mengatakan persoalan akses tersebut telah berlangsung sejak sekitar 1995–1996. Menurutnya, kondisi itu berdampak terhadap puluhan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
“Saya sudah kirim surat ke camat, lurah, kecamatan sampai wali kota, tapi hasilnya belum ada,” ujar Adong.
Ia mengatakan berbagai upaya telah dilakukan untuk menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah. Namun, hingga kini warga belum merasakan adanya penyelesaian yang konkret.
Adong juga mempertanyakan alasan akses jalan tersebut masih ditutup. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan status serta kewenangan atas jalan tersebut agar persoalan tidak terus berlarut-larut.
“Kalau ada orang meninggal, tidak bisa masuk dan harus digotong. Ada orang sakit juga seperti itu. Bagaimana kalau kejadian seperti itu terjadi pada keluarga Bapak?” katanya.
Menurut Adong, persoalan akses tersebut bukan hanya menyangkut mobilitas sehari-hari, tetapi juga berkaitan dengan kondisi darurat. Keterbatasan akses dinilai dapat menyulitkan warga ketika membutuhkan proses evakuasi atau penanganan cepat.
Ia memperkirakan sekitar 30 hingga 50 warga terdampak akibat kondisi tersebut.
Adong berharap pemerintah tidak hanya menerima laporan secara administratif, tetapi juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan mempertemukan pihak-pihak yang berkepentingan.
Ia mengaku kecewa karena persoalan yang telah berlangsung hampir tiga dekade belum menemukan titik penyelesaian.
“Sebagai manusia, di mana rasa empati? Zaman sudah modern, tetapi warga masih terhalang akses jalan,” ujarnya.
Adong menyebut persoalan tersebut berawal dari permasalahan antarwarga yang terjadi puluhan tahun lalu. Namun, ia berharap persoalan masa lalu tidak terus berdampak terhadap kepentingan warga yang saat ini membutuhkan akses jalan.
Warga meminta Pemkot Tangsel memastikan secara jelas status dan fungsi jalan tersebut. Mereka juga berharap pemerintah dapat memfasilitasi mediasi antara warga RT 06 dan pihak terkait sehingga persoalan lama tersebut dapat diselesaikan dengan tetap memperhatikan aspek hukum serta kepentingan seluruh pihak.
“Mudah-mudahan saat bapak datang ke sini bisa berhasil membuka jalan yang hampir 25 tahun ditutup,” kata Adong.
Warga berharap pemberitaan mengenai persoalan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah dan mendorong adanya tindak lanjut di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak RT 07 maupun Pemkot Tangsel terkait persoalan tersebut. Konfirmasi dari pihak-pihak terkait diperlukan untuk menjelaskan status jalan, dasar penutupan akses, serta langkah penyelesaian yang telah dan akan dilakukan pemerintah.
(Ratna)






